Home is where your heart is.
Bagi banyak orang, rumah tidak sekedar tempat berteduh dari hujan. Rumah bukan hanya sebuah bangunan. Bagi banyak orang, rumah adalah tempat yang memberikan kenyamanan, dimana orang-orang tersayang berkumpul bersama. Pun sama halnya bagi kami pasangan yang telah menikah, rumah menjadi tempat, bagi suami maupun istri, dan anak-anak berada, untuk beraktivitas bersama, saling bertukar pikiran atau sekedar saling bertatap muka dan bercengkrama.
Namun, hidup penuh dengan beragam pilihan dan banyak kesempatan. Bagi kami, salah satu pilihan dan kesempatan itu muncul ketika suami kami mendapat ‘rejeki’ untuk melanjutkan pendidikan di negara yang bagi kami ‘bukan rumah’. Tentu saja kesempatan tersebut bermakna positif bagi suami, baik dalam konteks pribadi maupun kepentingan bersama. Selanjutnya, setiap kesempatan pasti memiliki konsekuensinya masing-masing. Banyak keluarga atau pasangan dengan kasus yang sama dengan yang kami alami, yaitu dihadapkan pada dua pilihan, dengan ikhlas menjalani long distance marriage atau dengan berbagai pertimbangan memutuskan ikut pindah bersama suami, membangun kembali home away from home. ‘Rumah’, yang jauh dari ‘rumah’ kami sebenarnya.
