Showing posts with label dependant. Show all posts
Showing posts with label dependant. Show all posts

Monday, August 22, 2016

Home Away from Home: Kesehatan -bagian 2

Setelah minggu lalu kita membahas tentang pelayanan kesehatan secara umum yang ada di UK, kini saatnya melanjutkan pembahasan tentang topik yang sama tetapi lebih detil pada benefit yang diperoleh untuk anak-anak dan ibu hamil. Dua golongan ini boleh dikata mendapat perlakuan istimewa di sini, dan tentu saja kebanyakan bisa didapat secara gratis. Sehingga, meskipun nilai tukar poundsterling lebih mahal dibanding rupiah, Anda yang membawa anak-anak dan atau sedang hamil tidak perlu pusing memikirkan biaya kesehatan di sini.

source: http://social.eyeforpharma.com/column/we-are-all-patient-centric-now-arent-we

Monday, July 4, 2016

Home Away from Home: Pendidikan Anak - Introduction

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan saat memutuskan untuk ikut dengan pasangan yang melanjutkan studi di UK adalah mengenai pendidikan anak. Ya, bagi keluarga-keluarga yang sudah memiliki anak, aspek ini sangat krusial. Bagaimana tidak? Menyekolahkan anak di Indonesia saja, meskipun sudah banyak juga sekolah yang gratis, cukup menguras kantong. Lalu, apa jadinya saat pindah ke negara yang kurs mata uangnya berkali-kali lipat dibandingkan di Indonesia (well, alhamdulillah yaa berkah Brexit ada juga, terutama karena melemahnya Poundsterling terhadap Rupiah sehingga Anda bisa cukup lega menukar uang). Pada beberapa sesi ke depan, kami akan membahas mengenai pendidikan anak di Inggris. Catat, Inggris ya, bukan UK. Lah, apa bedanya?

Bagi masyarakat awam, terutama orang Indonesia, Inggris dan UK tampak tidak ada bedanya. Pokoknya, negeri nun jauh disana yang ada Big Ben-nya dan dikepalai oleh ratu. Hayah… overall boleh lah memakai deskripsi seperti itu. Namun, England (Inggris) dan UK (agak sulit ya menemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia) itu berbeda. Beda juga dengan istilah Great Britain atau Britania Raya. Sebagai sedikit gambaran, UK adalah United Kingdom yang terdiri dari 4 negara berbeda, yaitu England (Inggris), Wales, Scotland (Skotlandia), dan Northern Ireland (Irlandia Utara - ini beda dengan Irlandia). Sedangkan Britania Raya adalah negara-negara yang terletak di satu pulau utama UK, yaitu Inggris, Wales, dan Skotlandia. Pusing? Ya, untuk saat ini terima saja lah ya, penjelasan itu. Kami juga agak-agak blur tentang riwayat pembagian nama tersebut. Intinya, di dalam UK ada 4 negara terpisah yang memiliki sistem pelayanan pendidikan masing-masing. Dampaknya, pengalaman bersekolah (pendidikan dasar, menengah, dan tinggi) di negara berbeda di UK juga berbeda, dengan aturan yang berbeda, kurikulum yang berbeda, dan sistem yang berbeda.

british-children-education
suasana ruang kelas di salah satu primary school
source: www.telegraph.co.uk

Monday, May 2, 2016

Home Away from Home: Proses Aplikasi Visa bagi Dependant - bagian 2

Setelah mempersiapkan berbagai persyaratan visa, tahap berikutnya adalah melakukan aplikasi visa. Berikut ini adalah penjelasan mengenai proses aplikasi visa.



Proses Aplikasi Visa UK

Bear yourself, kepeningan belum berakhir. Setelah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pengajuan visa, langkah selanjutnya adalah melakukan pengajuan visa. Proses aplikasi visa sendiri dilakukan secara online (bagian pertama) dan dengan datang ke visa application center. UKVI sendiri tidak secara langsung berhubungan dengan aplikan visa, tetapi menunjuk pihak VFS (http://www.vfsglobal.co.uk/indonesia/) sebagai third party. 
Saat ini, terdapat tiga visa application center di Indonesia, yaitu di Jakarta, Bali, dan Surabaya (http://www.vfsglobal.co.uk/indonesia/applicationcentre.html).
Bagi Anda yang tidak berdomisili di kota-kota tersebut, sayangnya Anda harus mengeluarkan dana lebih untuk menghadiri visa appointment di tempat-tempat yang telah ditentukan. Proses aplikasi visa dapat dibagi menjadi lima langkah yang akan dijelaskan satu per satu berikut ini.

 1.        Mengisi formulir online
Langkah pertama dalam pengajuan visa adalah mengisi formulir online di https://www.visa4uk.fco.gov.uk/. Saat masuk ke website ini, kita diminta untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. Satu registrasi dapat digunakan untuk mengajukan beberapa visa. Setelah registrasi, kita dapat mulai mengisi formulir visa. Pengisian formulir bisa dilakukan secara bertahap karena kita bisa menyimpan form yang telah diisi. Pastikan bahwa kita telah memiliki semua bentuk PDF atau JPEG dari dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk passport. Karena visa yang akan kita ajukan adalah dependant visa, maka kelengkapan dokumen visa pasangan (Tier 4 (General) Student) juga diperlukan. 

Tuesday, April 19, 2016

Home Away from Home: Proses Aplikasi Visa UK bagi Dependant - bagian 1


Kiat membuat Visa UK untuk Dependant


Ketika memutuskan untuk menemani pasangan melanjutkan studi di Inggris, hal pertama yang menurut kami harus disiapkan (selain mental) adalah visa. Proses pengurusan visa memang memakan waktu yang cukup lama dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Ketika mencoba mencari tahu mengenai pengalaman orang-orang yang mengajukan aplikasi visa dependant, ternyata banyak juga yang mengalami hal tidak mengenakkan. Pengajuan visa, baik bagi dependant maupun bagi orang yang akan kuliah, memang agak tricky. Banyak orang yang bisa mendapatkan visa dengan lancar, tetapi ada juga yang tidak berhasil dan harus mengulang prosesnya dari awal jika tetap ingin berangkat. Tidak sedikit juga sih yang memilih menggunakan jasa dari agency untuk membantu apply visa, tapi kalau mau irit sih lebih baik kita urus sendiri ya.. (apalagi model-model seperti kami yang suaminya penerima beasiswa, hahaha). Sebenarnya pembuatan visa tidak se ‘angker’ yang di bayangkan, asal kita apply dengan benar dan sesuai aturan. Untuk meningkatkan kemungkinan permohonan visa kita diterima, persiapan adalah kuncinya.

Mempersiapkan Aplikasi Visa
Ketika orang-orang bertanya mengenai proses aplikasi visa, tentunya kami tidak bisa menjawab dengan ‘asal’. Mengapa? Karena ini berhubungan dengan hajat hidup orang lain dan regulasi dari UK Visa and Immigration (UKVI) yang cukup sering berubah-ubah. Mirip lah dengan Indonesia… hehehe… Oleh karena itu, seringkali kami harus merujuk ke dokumen mengenai visa dependant berupa PDF (link) dan website UKVI (https://www.gov.uk/government/organisations/uk-visas-and-immigration).
Sebaiknya, penjelasan yang diberikan oleh UKVI dibaca terlebih dahulu dengan teliti sehingga proses aplikasi visa tergambar dengan lebih jelas.
Wah, ternyata banyak ya, jenis visa UK? Betul. Banyak sekali jenis visa untuk tinggal di UK. Namun, bagi kita yang akan menemani pasangan melanjutkan studi, maka peraturan yang akan diikuti adalah peraturan dibawah Tier 4 (General) Student Visa (https://www.gov.uk/tier-4-general-visa). Jadi, walaupun kita bukan orang yang akan belajar, kita tetap mengacu pada peraturan tersebut. Dapat dilihat bahwa salah satu poin yang dijelaskan mengenai Tier 4 (General) Student Visa adalah mengenai family members. Lalu, apa saja syarat yang harus dipersiapkan? Berikut ini adalah rangkuman dan sedikit pengalaman kami mengenai proses mempersiapkan aplikasi visa, yang juga merujuk pada dokumen regulasi yang ada.

Monday, April 4, 2016

Home Away from Home: Introduction

Home is where your heart is. 
Bagi banyak orang, rumah tidak sekedar tempat berteduh dari hujan. Rumah bukan hanya sebuah bangunan. Bagi banyak orang, rumah adalah tempat yang memberikan kenyamanan, dimana orang-orang tersayang berkumpul bersama. Pun sama halnya bagi kami pasangan yang telah menikah, rumah menjadi tempat, bagi suami maupun istri, dan anak-anak berada, untuk beraktivitas bersama, saling bertukar pikiran atau sekedar saling bertatap muka dan bercengkrama.


Namun, hidup penuh dengan beragam pilihan dan banyak kesempatan. Bagi kami, salah satu pilihan dan kesempatan itu muncul ketika suami kami mendapat ‘rejeki’ untuk melanjutkan pendidikan di negara yang bagi kami ‘bukan rumah’. Tentu saja kesempatan tersebut bermakna positif bagi suami, baik dalam konteks pribadi maupun kepentingan bersama. Selanjutnya, setiap kesempatan pasti memiliki konsekuensinya masing-masing. Banyak keluarga atau pasangan dengan kasus yang sama dengan yang kami alami, yaitu dihadapkan pada dua pilihan, dengan ikhlas menjalani long distance marriage atau dengan berbagai pertimbangan memutuskan ikut pindah bersama suami, membangun kembali home away from home. ‘Rumah’, yang jauh dari ‘rumah’ kami sebenarnya.