Showing posts with label homeawayfromhome. Show all posts
Showing posts with label homeawayfromhome. Show all posts

Monday, August 29, 2016

Home Away from Home: Komunitas Indonesia di UK

Menetap di negeri orang, baik itu dalam jangka waktu yang lama atau sebentar, tetap saja kerinduan akan kampung halaman melanda. Homesick, itu pasti untuk para perantau. Jangankan yang di negeri orang, meninggalkan rumah untuk bersekolah ke luar kota saja seringkali membuat kita kangen dengan rumah dan keluarga, ya kan? Hehehe..
Bersyukurnya, hampir sama seperti negara-negara lain, di UK pun banyak komunitas orang Indonesia yang bisa menjadi tempat kita berkumpul, bertukar cerita, bersama berbagi nasib sebagai perantau dan setidaknya bisa mengurangi rasa kangen terhadap kampung halaman. Adanya masyarakat Indonesia di sekitar tempat tinggal kita lah yang membuat perantauan ini menjadi home away from home. Dalam tulisan kali ini kami akan membahas tentang keberadaan komunitas orang Indonesia yang ada di Inggris, khususnya kota Birmingham

Suasana Idul Fitri di Birmingham
source: koleksi pribadi

Monday, August 22, 2016

Home Away from Home: Kesehatan -bagian 2

Setelah minggu lalu kita membahas tentang pelayanan kesehatan secara umum yang ada di UK, kini saatnya melanjutkan pembahasan tentang topik yang sama tetapi lebih detil pada benefit yang diperoleh untuk anak-anak dan ibu hamil. Dua golongan ini boleh dikata mendapat perlakuan istimewa di sini, dan tentu saja kebanyakan bisa didapat secara gratis. Sehingga, meskipun nilai tukar poundsterling lebih mahal dibanding rupiah, Anda yang membawa anak-anak dan atau sedang hamil tidak perlu pusing memikirkan biaya kesehatan di sini.

source: http://social.eyeforpharma.com/column/we-are-all-patient-centric-now-arent-we

Monday, August 15, 2016

Home Away from Home: Kesehatan - bagian 1

Anda tentunya sudah paham dengan sistem pelayanan BPJS di Indonesia, kan? Bagaimana menurut anda? Pusing? Jangan pusing dulu karena kami akan menjelaskan sistem pelayanan kesehatan semacam BPJS yang berlaku di UK. Selayaknya welfare countries lainnya, banyak sekali fasilitas umum di UK yang bersifat gratis, seperti pendidikan dan kesehatan. Namun, sejak beberapa tahun lalu, ke-gratis-an di bidang kesehatan itu hanya berlaku bagi warga negara UK. Hal ini mungkin akhirnya diberlakukan sebagai akibat dari banyaknya imigran yang masuk ke UK setiap tahunnya. Apa dampaknya terhadap kita yang akan bersama keluarga menetap di UK? Kita harus membayar fee yang disebut dengan IHS (Immigration Health Surcharge) pada saat apply visa. Biaya IHS ini sebenarnya adalah biaya asuransi kesehatan. Jadi, setelah membayar IHS, seluruh fasilitas kesehatan, kecuali obat resep dokter, bersifat gratis untuk kita. Apa yang tidak gratis? Dokter gigi dan kesehatan mata. Ya, perawatan gigi di UK dianggap sebagai ‘kosmetik’ sehingga tidak bersifat gratis bagi orang dewasa. Sedangkan kesehatan mata pun dianggap sebagai sesuatu yang seharusnya dapat dipelihara sendiri oleh masing-masing orang. Jadi, kedua fasilitas ini sifatnya berbayar. Namun untuk anak-anak, fasilitas kesehatan gigi dan mata masih gratis, kok.

NHS
NHS
sorce: http://www.ibtimes.co.uk/nhs-trusts-england-hit-2-3bn-deficit-by-end-year-1544517

Monday, August 8, 2016

Home Away from Home: Pendidikan Anak (Middle School & High School)

Minggu ini, giliran pendidikan tingkat menengah yang akan kami bahas, sebagai lanjutan dari seri penjelasan pendidikan anak di Inggris. Seperti edisi sebelumnya, untuk menambah keakuratan informasi yang disajikan, selain melakukan riset sederhana, kami juga melakukan wawancara dengan seorang warga Indonesia yang tinggal di Birmingham dan memiliki putri yang bersekolah di secondary school, yaitu mbak Ari Kristiana. Secondary school ini jika di Indonesia akan setara dengan tingkat SMP dan SMA kelas 7-11, sehingga bagi anda yang memiliki putra-putri dengan rentang umur 11-16 tahun, maka anda bisa menyimak pembahasan yang akan kami paparkan berikut. Bagaimana dengan anak usia 17 tahun? Di Indonesia, anak usia 17-18 masih ada di tingkat kelas 12 SMA. Namun, Inggris memiliki sistem high school yang agak berbeda. Anak lulus SMA pada usia 16 tahun dan pada usia 17 tahun mereka dapat memilih untuk langsung bekerja, masuk ke college (dengan syarat mendapatkan sertifikat A level agar dapat mendaftar ke universitas), atau mengikuti kelas khusus untuk mendapatkan sertifikat tertentu.


Pendaftaran Sekolah
Sistem pendaftaran sekolah, secara umum memang sama saja seperti pada nursery maupun primary school, yaitu memerlukan dokumen berupa akta kelahiran dan bukti alamat tempat tinggal. Eligible atau tidaknya anak untuk masuk ke level secondary ini, tetap akan didasarkan pada sudah cukupkah usia calon murid tersebut sesuai yang disyaratkan. Selain itu, sistem rayon juga berlaku disini, dimana calon murid akan dialokasikan pada sekolah dengan jarak terdekat dari tempat tinggal.
Sama juga dengan primary school, pendaftaran bisa dilakukan online. Bagi Anda yang akan tinggal di Inggris dan Wales, website ini: https://www.gov.uk/apply-for-secondary-school-place bisa digunakan untuk menemukan cara pendaftaran secondary school di area tempat tinggal Anda.

secondary-school-in-uk
penampilan siswa high school dalam choir performance
Source: http://www.dcppr.co.uk/ballyclare-high-school-impresses-school-choir-year-finals/

Monday, August 1, 2016

Home Away from Home: Pendidikan Anak (Primary School)

Pembahasan minggu ini merupakan postingan lanjutan untuk seri pendidikan anak di Inggris yang akan lebih rinci menjelaskan tentang reception dan primary school. Untuk anda yang membawa serta anak dengan rentang usia 4-11 tahun, maka rasanya perlu untuk mencermati hal-hal terkait dengan jenjang pendidikan dasar ini. Tulisan ini, lagi-lagi, kami sampaikan dengan dasar pencarian dokumen-dokumen terkait pendidikan SD dari pemerintah UK seperti dari link berikut,
(https://www.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/210969/NC_framework_document_-_FINAL.pdf) dan dari portal milik Birmingham City Council berikut (http://www.birmingham.gov.uk/online-admissions) serta hasil wawancara kami dengan Mbak Lutvi Suroya, seorang warga Indonesia yang tinggal di Birmingham yang memiliki 3 orang anak yang bersekolah di jenjang sekolah dasar. Berikut ini penjelasan kami.


Pendahuluan
Sekolah dasar, atau primary school, dimulai dari jenjang kelas Reception hingga Year 6. Reception class mungkin semacam TK B apabila disandingkan dengan sistem pendidikan dasar di Indonesia. Kelas ini berfungsi sebagai kelas transisi antara TK (Nursery) dan SD (Year 1). Ada beberapa sekolah yang menamai fase mulai dari Reception hingga Year 2 sebagai ‘Infant School’. Setelah itu, siswa kelas 3-6 berada pada tahap ‘Junior School’. Nah, perpindahan dari Infant School ke Junior School pun membutuhkan proses ulang pendaftaran sekolah. Ya, jadi anggap saja tahap SD ini dibagi menjadi 2.

primary-school-uk
source: http://www.loughboroughecho.net/news/local-news/sports-day-fun-worthy-cause-9564526

Monday, July 18, 2016

Home Away from Home: Pendidikan Anak (Preschool)

Tahapan pertama pendidikan anak di Inggris adalah preschool atau biasa juga disebut dengan nursery. Well, sebenarnya ini bukan pendidikan atau sekolah yang official untuk anak-anak, melainkan ditujukan sebagai tempat memperkenalkan anak tentang suasana dan dunia sekolah, bagaimana bersosialisasi dengan orang lain, dan lebih mengasah kemampuan dan nilai interpersonal anak. Pendidikan dasar anak dimulai pada umur 5 tahun, tetapi orang tua dapat memutuskan untuk memasukkan anak mereka pada jenjang ini. Nah, minggu ini kami akan membahas lebih dalam tentang preschool. Informasi yang kami sajikan kali ini, merupakan gabungan dari hasil research kami dan hasil wawancara dengan Kak Sondang, seorang warga Indonesia yang tinggal di Birmingham.

Sebenarnya sebelum masuk nursery, jika anda memiliki anak dibawah umur 3 tahun, di Inggris sini ada juga lho alternatif aktivitas yang memang dirancang untuk anak-anak, biasanya disebut 'toddler time' yang biasanya digawangi oleh city council bagian children center dan diadakan di hampir semua perpustakaan. Toddler time ini umumnya hanya berlangsung selama 30 menit dan anda bisa langsung datang bersama buah hati tanpa dipungut biaya. Sebagian besar aktivitasnya adalah story telling, bernyanyi bersama dan berlatih membuat prakarya. Ada lagi yang disebut 'play and stay', dimana programnya berlangsung lebih lama dibandingkan 'toddler time', ya sekitar 2 jam, satu kali dalam seminggu. Biasanya stay and play ini diadakan oleh yayasan atau local club dan kegiatannya juga dilengkapi dengan makan bersama, membuat craft sederhana dan ada iuran sekitar GBP 1-2 saja setiap kedatangan. Oh iya, di 'stay and play' ini orang tua harus ikut datang dan menunggui anak-anak hingga selesai.
suasana preschool di Inggris
source: http://www.birminghammail.co.uk/news/midlands-news/revealed-17-birmingham-nurseries-given-10929822

Monday, July 4, 2016

Home Away from Home: Pendidikan Anak - Introduction

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan saat memutuskan untuk ikut dengan pasangan yang melanjutkan studi di UK adalah mengenai pendidikan anak. Ya, bagi keluarga-keluarga yang sudah memiliki anak, aspek ini sangat krusial. Bagaimana tidak? Menyekolahkan anak di Indonesia saja, meskipun sudah banyak juga sekolah yang gratis, cukup menguras kantong. Lalu, apa jadinya saat pindah ke negara yang kurs mata uangnya berkali-kali lipat dibandingkan di Indonesia (well, alhamdulillah yaa berkah Brexit ada juga, terutama karena melemahnya Poundsterling terhadap Rupiah sehingga Anda bisa cukup lega menukar uang). Pada beberapa sesi ke depan, kami akan membahas mengenai pendidikan anak di Inggris. Catat, Inggris ya, bukan UK. Lah, apa bedanya?

Bagi masyarakat awam, terutama orang Indonesia, Inggris dan UK tampak tidak ada bedanya. Pokoknya, negeri nun jauh disana yang ada Big Ben-nya dan dikepalai oleh ratu. Hayah… overall boleh lah memakai deskripsi seperti itu. Namun, England (Inggris) dan UK (agak sulit ya menemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia) itu berbeda. Beda juga dengan istilah Great Britain atau Britania Raya. Sebagai sedikit gambaran, UK adalah United Kingdom yang terdiri dari 4 negara berbeda, yaitu England (Inggris), Wales, Scotland (Skotlandia), dan Northern Ireland (Irlandia Utara - ini beda dengan Irlandia). Sedangkan Britania Raya adalah negara-negara yang terletak di satu pulau utama UK, yaitu Inggris, Wales, dan Skotlandia. Pusing? Ya, untuk saat ini terima saja lah ya, penjelasan itu. Kami juga agak-agak blur tentang riwayat pembagian nama tersebut. Intinya, di dalam UK ada 4 negara terpisah yang memiliki sistem pelayanan pendidikan masing-masing. Dampaknya, pengalaman bersekolah (pendidikan dasar, menengah, dan tinggi) di negara berbeda di UK juga berbeda, dengan aturan yang berbeda, kurikulum yang berbeda, dan sistem yang berbeda.

british-children-education
suasana ruang kelas di salah satu primary school
source: www.telegraph.co.uk

Monday, June 27, 2016

Home Away from Home: Budaya Lokal - bagian 2

Setelah lebih banyak membahas mengenai interaksi dengan orang-orang lokal di minggu lalu, kali ini kami akan bercerita mengenai kebiasaan lain dari warga UK. Kebiasaan-kebiasaan yang bukan lagi menyangkut interaksi sosial, tetapi lebih pada aspek-aspek keseharian, seperti jam kerja, kebiasaan tidak membawa uang cash, belanja online, dan perilaku ramah lingkungan. Sepertinya topik-topik tersebut kecil, tetapi cukup penting dibahas agar kita sebagai pendatang dapat beradaptasi dengan baik di UK. Berikut ini paparan kami…


Jam Kerja
Pertama kali datang ke UK dari kota metropolitan semacam Jakarta, kami agak kaget. Mengapa? Karena ternyata UK (kecuali London) tak se-metropolitan yang kami kira. Membandingkan dengan Jakarta atau ibukota negara-negara Asia yang biasanya dijuluki sebagai ‘the sleepless cities’, tinggal di kota-kota di UK sepertinya membawa hawa malas. Bayangkan saja, kita yang terbiasa dengan mudah mencari barang-barang kebutuhan, bahkan di jam-jam aneh seperti tengah malam, harus membiasakan diri mengecek jam kerja atau opening hours yang tertera di pintu toko-toko maupun websitenya. Ya, rata-rata toko dan kantor di UK buka pada hari kerja mulai pukul 9.00 hingga pukul 19.00, (untuk kantor tentunya lebih cepat tutup). Ini adalah hasil observasi kami selama di Birmingham dan beberapa kota besar lain. Di kota-kota kecil? Jangan kaget kalau jam 18.00 sudah ‘tidak ada kehidupan’ lagi yaa… Hehehe. Jadi, jangan membayangkan kumpul-kumpul after office hour seperti di Jakarta (atau kota besar di Indonesia lainnya) yang biasanya baru mulai jam 19.00 di mall. Di Inggris, tempat-tempat yang buka di atas jam 19.00 adalah bar dan restoran, karena orang UK memang terbiasa kumpul-kumpul dan bersosialisasi di bar atau klub malam.

building-in-london
salah satu view jalan dan bangunan di kota London

Monday, June 20, 2016

Home Away from Home: Budaya Lokal - bagian 1

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Peribahasa tersebut pasti sering kita dengar, kan ya? Apa hubungannya dengan postingan minggu ini? Masih ingat kan dengan tulisan sebelumnya tentang kehidupan sehari-hari di UK.. Nah, berhubung kita sedang merantau di negeri orang, sudah seharusnya dalam keseharian kita menghormati budaya lokal, tata krama, atau kalau di Indonesia biasanya kental disebut adat-istiadat, hehe. Berbeda kota dalam satu negara saja bisa berbeda kebiasaan, apalagi yang beda negara ya. Masyarakat Inggris pun memiliki budaya lokal yang lumayan jauh berbeda dengan kita sebagai orang timur. Dalam tulisan kali ini, kami mencoba untuk membahas beberapa local culture yang ada di UK.
Adanya pembahasan ini tidak berarti kita yang masyarakat Indonesia harus bergaya kebarat-baratan. Bukan pula berarti kita melupakan budaya timur. Namun, mengetahui budaya lokal sangat penting untuk membantu kita beradaptasi dan berinteraksi dengan masyarakat secara luas selama berada di UK. Nah, ada banyak budaya lokal di sini, tetapi kami akan memaparkan hal-hal yang umum dan yang pernah kami alami. Sisanya, silahkan coba cari tahu sendiri ya...


suasana saat warga UK berbaur menikmati konser musik di Birmingham Proms

Monday, June 13, 2016

Home Away from Home: Daily Life: bagian 2

Setelah minggu lalu membahas bab perbelanjaan dan urusan makanan, kali ini kami akan membahas tentang serba-serbi transportasi dan ibadah di UK. Dimanapun kita berada, hidup sehari-hari pastinya tidak lepas dari mobilitas ya.. Jika di Indonesia kebanyakan dari kita mungkin terbiasa mengendarai mobil atau motor pribadi kemana-mana, juga bus kota dan KRL, maka di sini kita harus membiasakan diri untuk lebih banyak berjalan kaki. Meskipun begitu, untuk tujuan dengan jarak yang lebih jauh ya pilihannya kita harus menggunakan public transportation. Sebagaimana pentingnya makan dan transportasi, ibadah juga menjadi hal pokok dalam aktivitas harian kita. Apa saja macam-macam transportasi umum di Inggris? Mudahkah menemukan tempat ibadah di UK? Simak paparan kami berikut ini ya..


Transportasi

Bus, kereta, dan tram,  adalah pilihan moda transportasi umum yang tersedia di Inggris. Tetapi memang jenisnya berbeda di masing-masing kota, dan bahkan tidak semua kotanya memiliki tram. Dengan beragam angkutan umum tersebut, maka kita harus jeli memilih mana yang sesuai dengan preferensi kita baik dari segi harga maupun kenyamanan.
Untuk bepergian baik dalam maupun antar kota, ada beberapa pilihan yaitu naik bus, kereta, dan tram. Hm.. lantas mana yang paling enak dan murah? Tentunya ya pilihan tersebut kita dasarkan pada seberapa sering kita pergi ke tempat tersebut, apakah setiap hari, apakah hanya seminggu sekali atau mungkin dua bulan sekali. Biasakan juga untuk mengecek adakah halte bus atau stasiun kereta yang terdekat dengan rumah maupun lokasi tujuan kita, kemudian pilihlah kombinasi lamanya waktu yang diperlukan untuk menggunakan angkutan umum dan lamanya berjalan kaki. Dengan begitu, anda akan tahu mana yang lebih efisien dari segi waktu. Selanjutnya kita lihat apakah tarif angkutan umum tersebut sesuai dengan budget kita.

bus-in-the-uk


Monday, June 6, 2016

Home Away from Home: Daily Life : bagian 1


Setelah berbagai hal yang cukup ‘ribet’ dan terdengar ‘serius’ kami jelaskan di artikel-artikel sebelumnya, sekarang kami akan berbagi pengalaman mengenai kehidupan sehari-hari di UK. Topik ini akan kami bagi menjadi dua artikel karena pembahasannya yang cukup panjang (atau memang kami yang terlalu excited berbagi pengalaman?). Di bagian pertama ini, kami akan membahas dunia belanja-perbelanjaan (maklumlah, dependant memang tugasnya tidak jauh-jauh dari belanja) dan tentang makanan halal bagi Muslim di UK. Dalam artikel ini, belanja yang  kami bahas adalah khusus untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari yaa.. Sedangkan belanja barang lain, seperti baju, tas, peralatan hobi, kosmetik, dan lain-lain, akan tergantung selera dan budget masing-masing.

groceries-toko-asia-supermarket

Monday, May 23, 2016

Home Away from Home: Settling In


Pindah ke tempat baru membuat perasaan bercampur aduk. Salah satu perasaan yang kami rasakan saat baru tiba di UK adalah overwhelmed. Bayangkan saja, setelah belasan jam di pesawat, sampai di bandara tujuan pun harus alert di bagian imigrasi, membawa barang dengan jumlah yang banyak, harus pula mencari jalan untuk sampai ke tempat tujuan (akomodasi atau rumah tinggal sementara). Tugas adaptasi pun tidak selesai disana. Masih ada banyak hal yang harus diurus hingga akhirnya bisa nyaman dan terbiasa hidup di negeri orang. Saran kami, jangan panik. Tentukanlah prioritas mengenai apa yang akan dilakukan. Ada beberapa hal wajib yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu setelah kedatangan. Hal ini kami sebut proses settling in. Apa saja aktivitasnya? Berikut ini paparan kami.

source: http://www.johnmason.com

Monday, May 16, 2016

Home Away from Home: Akomodasi

Mencari akomodasi di UK

Bagaimana kriteria Anda mengenai rumah yang bagus? Rumah yang ada halaman depan dan belakang, ruang keluarga yang lega, garasi, lengkap dengan area untuk menjemur baju? Atau rumah dengan kamar tidur besar, berkamar mandi dalam, dan seluruh lantainya ditutup oleh karpet? Atau mungkin, rumah yang setiap ruangannya ber-AC? Dijamin, Anda tidak akan mendapatkan rumah ber-AC di UK, yang ada adalah rumah-rumah berpemanas ruangan. Indeed, kriteria rumah ideal bagi setiap orang berbeda-beda, pun persepsi rumah yang baik di setiap budaya berbeda. Hal ini juga bisa dirasakan saat mencari dan memilih akomodasi di UK.

Jenis-jenis Akomodasi di Inggris
Terdapat berbagai pilihan akomodasi yang ditawarkan bagi mahasiswa berkeluarga di UK. Beberapa universitas ada yang menawarkan flat atau studio apartment bagi pasangan, meskipun biasanya harga yang ditawarkan cukup mahal dan jumlahnya terbatas. Namun, apabila ingin berhemat dan jumlah anggota keluarga lebih dari dua orang, maka pilihan akomodasi di luar kampus dapat menjadi pilihan. Secara umum, pilihan akomodasi bagi mahasiswa berkeluarga dapat dibagi menjadi tiga, yaitu flat, shared house, dan rumah. Tentunya, pilihan akan tergantung pada kebutuhan Anda karena masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan.

sumber:dokumen pribadi

Monday, May 9, 2016

Home Away from Home: Mari Bersiap!

Tips Persiapan Keberangkatan ke Inggris

Setelah izin tinggal di UK sudah didapatkan (atau ketika proses menunggu keputusan visa), hal yang bisa kita lakukan adalah mulai mempersiapkan kepindahan kita ke negeri Ratu Elizabeth.  Kok kesannya ini serius banget ya? Indeed, bayangan tinggal di negeri orang bisa jadi ‘menyeramkan’. Bagi yang pernah merantau, pasti ada ekspektasi tertentu terhadap kepindahan ke tempat baru. Berpindah untuk tinggal di tempat yang baru jelas tidaklah sama seperti ketika kita pergi berwisata satu atau dua minggu, ini hitungannya bulan bahkan tahunan. Tinggal di tempat yang asing secara alami akan meningkatkan antisipasi kita dalam bersiap diri. Artikel Home Away from Home kali ini akan membahas mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan kita ke UK.

 

Lalu apa saja sih yang sebenarnya perlu dipersiapkan? 

Monday, May 2, 2016

Home Away from Home: Proses Aplikasi Visa bagi Dependant - bagian 2

Setelah mempersiapkan berbagai persyaratan visa, tahap berikutnya adalah melakukan aplikasi visa. Berikut ini adalah penjelasan mengenai proses aplikasi visa.



Proses Aplikasi Visa UK

Bear yourself, kepeningan belum berakhir. Setelah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pengajuan visa, langkah selanjutnya adalah melakukan pengajuan visa. Proses aplikasi visa sendiri dilakukan secara online (bagian pertama) dan dengan datang ke visa application center. UKVI sendiri tidak secara langsung berhubungan dengan aplikan visa, tetapi menunjuk pihak VFS (http://www.vfsglobal.co.uk/indonesia/) sebagai third party. 
Saat ini, terdapat tiga visa application center di Indonesia, yaitu di Jakarta, Bali, dan Surabaya (http://www.vfsglobal.co.uk/indonesia/applicationcentre.html).
Bagi Anda yang tidak berdomisili di kota-kota tersebut, sayangnya Anda harus mengeluarkan dana lebih untuk menghadiri visa appointment di tempat-tempat yang telah ditentukan. Proses aplikasi visa dapat dibagi menjadi lima langkah yang akan dijelaskan satu per satu berikut ini.

 1.        Mengisi formulir online
Langkah pertama dalam pengajuan visa adalah mengisi formulir online di https://www.visa4uk.fco.gov.uk/. Saat masuk ke website ini, kita diminta untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. Satu registrasi dapat digunakan untuk mengajukan beberapa visa. Setelah registrasi, kita dapat mulai mengisi formulir visa. Pengisian formulir bisa dilakukan secara bertahap karena kita bisa menyimpan form yang telah diisi. Pastikan bahwa kita telah memiliki semua bentuk PDF atau JPEG dari dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk passport. Karena visa yang akan kita ajukan adalah dependant visa, maka kelengkapan dokumen visa pasangan (Tier 4 (General) Student) juga diperlukan. 

Tuesday, April 19, 2016

Home Away from Home: Proses Aplikasi Visa UK bagi Dependant - bagian 1


Kiat membuat Visa UK untuk Dependant


Ketika memutuskan untuk menemani pasangan melanjutkan studi di Inggris, hal pertama yang menurut kami harus disiapkan (selain mental) adalah visa. Proses pengurusan visa memang memakan waktu yang cukup lama dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Ketika mencoba mencari tahu mengenai pengalaman orang-orang yang mengajukan aplikasi visa dependant, ternyata banyak juga yang mengalami hal tidak mengenakkan. Pengajuan visa, baik bagi dependant maupun bagi orang yang akan kuliah, memang agak tricky. Banyak orang yang bisa mendapatkan visa dengan lancar, tetapi ada juga yang tidak berhasil dan harus mengulang prosesnya dari awal jika tetap ingin berangkat. Tidak sedikit juga sih yang memilih menggunakan jasa dari agency untuk membantu apply visa, tapi kalau mau irit sih lebih baik kita urus sendiri ya.. (apalagi model-model seperti kami yang suaminya penerima beasiswa, hahaha). Sebenarnya pembuatan visa tidak se ‘angker’ yang di bayangkan, asal kita apply dengan benar dan sesuai aturan. Untuk meningkatkan kemungkinan permohonan visa kita diterima, persiapan adalah kuncinya.

Mempersiapkan Aplikasi Visa
Ketika orang-orang bertanya mengenai proses aplikasi visa, tentunya kami tidak bisa menjawab dengan ‘asal’. Mengapa? Karena ini berhubungan dengan hajat hidup orang lain dan regulasi dari UK Visa and Immigration (UKVI) yang cukup sering berubah-ubah. Mirip lah dengan Indonesia… hehehe… Oleh karena itu, seringkali kami harus merujuk ke dokumen mengenai visa dependant berupa PDF (link) dan website UKVI (https://www.gov.uk/government/organisations/uk-visas-and-immigration).
Sebaiknya, penjelasan yang diberikan oleh UKVI dibaca terlebih dahulu dengan teliti sehingga proses aplikasi visa tergambar dengan lebih jelas.
Wah, ternyata banyak ya, jenis visa UK? Betul. Banyak sekali jenis visa untuk tinggal di UK. Namun, bagi kita yang akan menemani pasangan melanjutkan studi, maka peraturan yang akan diikuti adalah peraturan dibawah Tier 4 (General) Student Visa (https://www.gov.uk/tier-4-general-visa). Jadi, walaupun kita bukan orang yang akan belajar, kita tetap mengacu pada peraturan tersebut. Dapat dilihat bahwa salah satu poin yang dijelaskan mengenai Tier 4 (General) Student Visa adalah mengenai family members. Lalu, apa saja syarat yang harus dipersiapkan? Berikut ini adalah rangkuman dan sedikit pengalaman kami mengenai proses mempersiapkan aplikasi visa, yang juga merujuk pada dokumen regulasi yang ada.

Monday, April 4, 2016

Home Away from Home: Introduction

Home is where your heart is. 
Bagi banyak orang, rumah tidak sekedar tempat berteduh dari hujan. Rumah bukan hanya sebuah bangunan. Bagi banyak orang, rumah adalah tempat yang memberikan kenyamanan, dimana orang-orang tersayang berkumpul bersama. Pun sama halnya bagi kami pasangan yang telah menikah, rumah menjadi tempat, bagi suami maupun istri, dan anak-anak berada, untuk beraktivitas bersama, saling bertukar pikiran atau sekedar saling bertatap muka dan bercengkrama.


Namun, hidup penuh dengan beragam pilihan dan banyak kesempatan. Bagi kami, salah satu pilihan dan kesempatan itu muncul ketika suami kami mendapat ‘rejeki’ untuk melanjutkan pendidikan di negara yang bagi kami ‘bukan rumah’. Tentu saja kesempatan tersebut bermakna positif bagi suami, baik dalam konteks pribadi maupun kepentingan bersama. Selanjutnya, setiap kesempatan pasti memiliki konsekuensinya masing-masing. Banyak keluarga atau pasangan dengan kasus yang sama dengan yang kami alami, yaitu dihadapkan pada dua pilihan, dengan ikhlas menjalani long distance marriage atau dengan berbagai pertimbangan memutuskan ikut pindah bersama suami, membangun kembali home away from home. ‘Rumah’, yang jauh dari ‘rumah’ kami sebenarnya.