Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Sunday, February 19, 2017

Cara Pembuatan Visa Schengen

Sepulangnya dari jalan-jalan saya di Eropa, banyak teman bertanya kepada saya, bagaimana caranya membuat Visa Schengen? Apa kiat dan tips nya agar bisa lancar dalam membuat visa schengen? Well, kalau udah ngomongin soal Visa, anda nggak sendirian kok...saya pun selalu deg-deg an. Pasti adaaaa aja perasaan kawatir kalau syaratnya kurang lengkap lah, nggak sesuai sama aturan di embassy nya lah, sampai ke visa nya yang kemungkinan tidak ter-granted. Apapun kekhawatiran anda, yang terpenting adalah persiapan kita, banyak berdoa dan optimis saja bahwa Visa nya bakal dapet.

Menyusuri kota Berlin
source: dokumen pribadi
Nah, berhubung saya udah pernah ngadepin gimana rasanya nyiapin syarat dan mengalami proses pengajuannya, rasanya pengen banget berbagi pengalaman di sini, dan mudah-mudahan bisa jadi referensi untuk anda yang akan mengajukan permohonan Visa Schengen.
Awalnya dulu sebelum saya berangkat ikut suami ke UK, keinginan untuk membuat Visa Schengen itu udah ada (saking semangatnya tho mau ke benua biru itu), tetapi kemudian suami mengingatkan bahwa sebaiknya bikin Visanya nanti saja pas sudah sampai di Inggris dan mendekati keberangkatan ke Eropa. Yo wes, akhirnya saya memutuskan untuk mengamini perkataan suami tersebut.

Monday, August 15, 2016

Home Away from Home: Kesehatan - bagian 1

Anda tentunya sudah paham dengan sistem pelayanan BPJS di Indonesia, kan? Bagaimana menurut anda? Pusing? Jangan pusing dulu karena kami akan menjelaskan sistem pelayanan kesehatan semacam BPJS yang berlaku di UK. Selayaknya welfare countries lainnya, banyak sekali fasilitas umum di UK yang bersifat gratis, seperti pendidikan dan kesehatan. Namun, sejak beberapa tahun lalu, ke-gratis-an di bidang kesehatan itu hanya berlaku bagi warga negara UK. Hal ini mungkin akhirnya diberlakukan sebagai akibat dari banyaknya imigran yang masuk ke UK setiap tahunnya. Apa dampaknya terhadap kita yang akan bersama keluarga menetap di UK? Kita harus membayar fee yang disebut dengan IHS (Immigration Health Surcharge) pada saat apply visa. Biaya IHS ini sebenarnya adalah biaya asuransi kesehatan. Jadi, setelah membayar IHS, seluruh fasilitas kesehatan, kecuali obat resep dokter, bersifat gratis untuk kita. Apa yang tidak gratis? Dokter gigi dan kesehatan mata. Ya, perawatan gigi di UK dianggap sebagai ‘kosmetik’ sehingga tidak bersifat gratis bagi orang dewasa. Sedangkan kesehatan mata pun dianggap sebagai sesuatu yang seharusnya dapat dipelihara sendiri oleh masing-masing orang. Jadi, kedua fasilitas ini sifatnya berbayar. Namun untuk anak-anak, fasilitas kesehatan gigi dan mata masih gratis, kok.

NHS
NHS
sorce: http://www.ibtimes.co.uk/nhs-trusts-england-hit-2-3bn-deficit-by-end-year-1544517

Monday, June 6, 2016

Home Away from Home: Daily Life : bagian 1


Setelah berbagai hal yang cukup ‘ribet’ dan terdengar ‘serius’ kami jelaskan di artikel-artikel sebelumnya, sekarang kami akan berbagi pengalaman mengenai kehidupan sehari-hari di UK. Topik ini akan kami bagi menjadi dua artikel karena pembahasannya yang cukup panjang (atau memang kami yang terlalu excited berbagi pengalaman?). Di bagian pertama ini, kami akan membahas dunia belanja-perbelanjaan (maklumlah, dependant memang tugasnya tidak jauh-jauh dari belanja) dan tentang makanan halal bagi Muslim di UK. Dalam artikel ini, belanja yang  kami bahas adalah khusus untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari yaa.. Sedangkan belanja barang lain, seperti baju, tas, peralatan hobi, kosmetik, dan lain-lain, akan tergantung selera dan budget masing-masing.

groceries-toko-asia-supermarket

Monday, May 30, 2016

Home Away from Home: Budgeting

Hidup di Inggris itu mahal. Betul, kah?
Apakah biaya hidup di sana cukup hanya dengan beasiswa yang kita dapat? Seringkali kami mendapatkan pertanyaan mengenai hal ini. Kami juga beberapa kali mendengar keraguan keluarga yang akan ikut pasangan ke UK mengenai kecukupan tunjangan yang diberikan oleh beasiswa untuk menghidupi keluarga. Hal ini wajar saja, karena memang harga barang dan jasa di UK akan terasa sangat tinggi apabila kita mengkonversi dari Poundsterling ke Rupiah. Hmmmm… cukup sulit memang untuk menjawab pertanyaan tersebut karena  skema beasiswa yang diperoleh pelajar yang sekolah di sini berbeda, ada yang menyertakan tunjangan untuk anggota keluarga, ada pula yang tidak. Selain itu, tempo pencairan beasiswanya pun tidak sama, ada yang rutin setiap bulan, setiap tiga bulanan, bahkan ada juga yang memiliki pengalaman tentang tak menentunya frekuensi pencairan allowancenya. Tetapi terlepas dari itu semua, kecukupan uang sangat tergantung pada gaya hidup masing-masing keluarga. Namun, pengalaman kami dan banyak keluarga disini, tunjangan dari beasiswa masih cukup kok untuk hidup, meskipun pada kasus-kasus tertentu ada pasangan yang harus bekerja untuk menambah pemasukan atau keluarga yang harus berhemat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup, terlebih lagi agar dapat menabung untuk keperluan jalan-jalan.

budgeting-living-cost-in-the-uk


Monday, May 23, 2016

Home Away from Home: Settling In


Pindah ke tempat baru membuat perasaan bercampur aduk. Salah satu perasaan yang kami rasakan saat baru tiba di UK adalah overwhelmed. Bayangkan saja, setelah belasan jam di pesawat, sampai di bandara tujuan pun harus alert di bagian imigrasi, membawa barang dengan jumlah yang banyak, harus pula mencari jalan untuk sampai ke tempat tujuan (akomodasi atau rumah tinggal sementara). Tugas adaptasi pun tidak selesai disana. Masih ada banyak hal yang harus diurus hingga akhirnya bisa nyaman dan terbiasa hidup di negeri orang. Saran kami, jangan panik. Tentukanlah prioritas mengenai apa yang akan dilakukan. Ada beberapa hal wajib yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu setelah kedatangan. Hal ini kami sebut proses settling in. Apa saja aktivitasnya? Berikut ini paparan kami.

source: http://www.johnmason.com

Monday, May 16, 2016

Home Away from Home: Akomodasi

Mencari akomodasi di UK

Bagaimana kriteria Anda mengenai rumah yang bagus? Rumah yang ada halaman depan dan belakang, ruang keluarga yang lega, garasi, lengkap dengan area untuk menjemur baju? Atau rumah dengan kamar tidur besar, berkamar mandi dalam, dan seluruh lantainya ditutup oleh karpet? Atau mungkin, rumah yang setiap ruangannya ber-AC? Dijamin, Anda tidak akan mendapatkan rumah ber-AC di UK, yang ada adalah rumah-rumah berpemanas ruangan. Indeed, kriteria rumah ideal bagi setiap orang berbeda-beda, pun persepsi rumah yang baik di setiap budaya berbeda. Hal ini juga bisa dirasakan saat mencari dan memilih akomodasi di UK.

Jenis-jenis Akomodasi di Inggris
Terdapat berbagai pilihan akomodasi yang ditawarkan bagi mahasiswa berkeluarga di UK. Beberapa universitas ada yang menawarkan flat atau studio apartment bagi pasangan, meskipun biasanya harga yang ditawarkan cukup mahal dan jumlahnya terbatas. Namun, apabila ingin berhemat dan jumlah anggota keluarga lebih dari dua orang, maka pilihan akomodasi di luar kampus dapat menjadi pilihan. Secara umum, pilihan akomodasi bagi mahasiswa berkeluarga dapat dibagi menjadi tiga, yaitu flat, shared house, dan rumah. Tentunya, pilihan akan tergantung pada kebutuhan Anda karena masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan.

sumber:dokumen pribadi

Monday, May 9, 2016

Home Away from Home: Mari Bersiap!

Tips Persiapan Keberangkatan ke Inggris

Setelah izin tinggal di UK sudah didapatkan (atau ketika proses menunggu keputusan visa), hal yang bisa kita lakukan adalah mulai mempersiapkan kepindahan kita ke negeri Ratu Elizabeth.  Kok kesannya ini serius banget ya? Indeed, bayangan tinggal di negeri orang bisa jadi ‘menyeramkan’. Bagi yang pernah merantau, pasti ada ekspektasi tertentu terhadap kepindahan ke tempat baru. Berpindah untuk tinggal di tempat yang baru jelas tidaklah sama seperti ketika kita pergi berwisata satu atau dua minggu, ini hitungannya bulan bahkan tahunan. Tinggal di tempat yang asing secara alami akan meningkatkan antisipasi kita dalam bersiap diri. Artikel Home Away from Home kali ini akan membahas mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan kita ke UK.

 

Lalu apa saja sih yang sebenarnya perlu dipersiapkan? 

Monday, May 2, 2016

Home Away from Home: Proses Aplikasi Visa bagi Dependant - bagian 2

Setelah mempersiapkan berbagai persyaratan visa, tahap berikutnya adalah melakukan aplikasi visa. Berikut ini adalah penjelasan mengenai proses aplikasi visa.



Proses Aplikasi Visa UK

Bear yourself, kepeningan belum berakhir. Setelah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pengajuan visa, langkah selanjutnya adalah melakukan pengajuan visa. Proses aplikasi visa sendiri dilakukan secara online (bagian pertama) dan dengan datang ke visa application center. UKVI sendiri tidak secara langsung berhubungan dengan aplikan visa, tetapi menunjuk pihak VFS (http://www.vfsglobal.co.uk/indonesia/) sebagai third party. 
Saat ini, terdapat tiga visa application center di Indonesia, yaitu di Jakarta, Bali, dan Surabaya (http://www.vfsglobal.co.uk/indonesia/applicationcentre.html).
Bagi Anda yang tidak berdomisili di kota-kota tersebut, sayangnya Anda harus mengeluarkan dana lebih untuk menghadiri visa appointment di tempat-tempat yang telah ditentukan. Proses aplikasi visa dapat dibagi menjadi lima langkah yang akan dijelaskan satu per satu berikut ini.

 1.        Mengisi formulir online
Langkah pertama dalam pengajuan visa adalah mengisi formulir online di https://www.visa4uk.fco.gov.uk/. Saat masuk ke website ini, kita diminta untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. Satu registrasi dapat digunakan untuk mengajukan beberapa visa. Setelah registrasi, kita dapat mulai mengisi formulir visa. Pengisian formulir bisa dilakukan secara bertahap karena kita bisa menyimpan form yang telah diisi. Pastikan bahwa kita telah memiliki semua bentuk PDF atau JPEG dari dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk passport. Karena visa yang akan kita ajukan adalah dependant visa, maka kelengkapan dokumen visa pasangan (Tier 4 (General) Student) juga diperlukan. 

Tuesday, April 19, 2016

Home Away from Home: Proses Aplikasi Visa UK bagi Dependant - bagian 1


Kiat membuat Visa UK untuk Dependant


Ketika memutuskan untuk menemani pasangan melanjutkan studi di Inggris, hal pertama yang menurut kami harus disiapkan (selain mental) adalah visa. Proses pengurusan visa memang memakan waktu yang cukup lama dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Ketika mencoba mencari tahu mengenai pengalaman orang-orang yang mengajukan aplikasi visa dependant, ternyata banyak juga yang mengalami hal tidak mengenakkan. Pengajuan visa, baik bagi dependant maupun bagi orang yang akan kuliah, memang agak tricky. Banyak orang yang bisa mendapatkan visa dengan lancar, tetapi ada juga yang tidak berhasil dan harus mengulang prosesnya dari awal jika tetap ingin berangkat. Tidak sedikit juga sih yang memilih menggunakan jasa dari agency untuk membantu apply visa, tapi kalau mau irit sih lebih baik kita urus sendiri ya.. (apalagi model-model seperti kami yang suaminya penerima beasiswa, hahaha). Sebenarnya pembuatan visa tidak se ‘angker’ yang di bayangkan, asal kita apply dengan benar dan sesuai aturan. Untuk meningkatkan kemungkinan permohonan visa kita diterima, persiapan adalah kuncinya.

Mempersiapkan Aplikasi Visa
Ketika orang-orang bertanya mengenai proses aplikasi visa, tentunya kami tidak bisa menjawab dengan ‘asal’. Mengapa? Karena ini berhubungan dengan hajat hidup orang lain dan regulasi dari UK Visa and Immigration (UKVI) yang cukup sering berubah-ubah. Mirip lah dengan Indonesia… hehehe… Oleh karena itu, seringkali kami harus merujuk ke dokumen mengenai visa dependant berupa PDF (link) dan website UKVI (https://www.gov.uk/government/organisations/uk-visas-and-immigration).
Sebaiknya, penjelasan yang diberikan oleh UKVI dibaca terlebih dahulu dengan teliti sehingga proses aplikasi visa tergambar dengan lebih jelas.
Wah, ternyata banyak ya, jenis visa UK? Betul. Banyak sekali jenis visa untuk tinggal di UK. Namun, bagi kita yang akan menemani pasangan melanjutkan studi, maka peraturan yang akan diikuti adalah peraturan dibawah Tier 4 (General) Student Visa (https://www.gov.uk/tier-4-general-visa). Jadi, walaupun kita bukan orang yang akan belajar, kita tetap mengacu pada peraturan tersebut. Dapat dilihat bahwa salah satu poin yang dijelaskan mengenai Tier 4 (General) Student Visa adalah mengenai family members. Lalu, apa saja syarat yang harus dipersiapkan? Berikut ini adalah rangkuman dan sedikit pengalaman kami mengenai proses mempersiapkan aplikasi visa, yang juga merujuk pada dokumen regulasi yang ada.

Monday, April 4, 2016

Home Away from Home: Introduction

Home is where your heart is. 
Bagi banyak orang, rumah tidak sekedar tempat berteduh dari hujan. Rumah bukan hanya sebuah bangunan. Bagi banyak orang, rumah adalah tempat yang memberikan kenyamanan, dimana orang-orang tersayang berkumpul bersama. Pun sama halnya bagi kami pasangan yang telah menikah, rumah menjadi tempat, bagi suami maupun istri, dan anak-anak berada, untuk beraktivitas bersama, saling bertukar pikiran atau sekedar saling bertatap muka dan bercengkrama.


Namun, hidup penuh dengan beragam pilihan dan banyak kesempatan. Bagi kami, salah satu pilihan dan kesempatan itu muncul ketika suami kami mendapat ‘rejeki’ untuk melanjutkan pendidikan di negara yang bagi kami ‘bukan rumah’. Tentu saja kesempatan tersebut bermakna positif bagi suami, baik dalam konteks pribadi maupun kepentingan bersama. Selanjutnya, setiap kesempatan pasti memiliki konsekuensinya masing-masing. Banyak keluarga atau pasangan dengan kasus yang sama dengan yang kami alami, yaitu dihadapkan pada dua pilihan, dengan ikhlas menjalani long distance marriage atau dengan berbagai pertimbangan memutuskan ikut pindah bersama suami, membangun kembali home away from home. ‘Rumah’, yang jauh dari ‘rumah’ kami sebenarnya.