Tuesday, September 20, 2022

Review Buku Kisah Menakjubkan 25 Nabi & Rasul, karangan Watiek Ideo, terbitan Gramedia Pustaka Utama.

​Hai ibu ibu dan pembaca semua, Assalamualaikum..Di tengah-tengah cuaca yang kadang panas dan kadang hujan deras di kawasan Tangerang Selatan dan sekitarnya, saya mendoakan semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat ya.. kali ini saya mau review buku lagi,, dan kebetulan karena sekarang ini sedang membacakan buku tentang Kisah Nabi dan Rasul ke anak saya, jadi saya mau review buku tersebut. 

 

Gambar: Sampul depan buku kisah Menakjubkan 25 Nabi & Rasul

 

Judul bukunya adalah Kisah Menakjubkan 25 Nabi & Rasul, terbitan Gramedia Pustaka Utama.

karangan dari penulis buku anak yang cukup masyhur yaitu Watiek Ideo, nah siapa sih yang tidak kenal dengan penulis tersebut?

Banyak sebenarnya versi buku kisah 25 nabi untuk anak ya, tentu saja dengan kekhasan masing-masing, dan kita bisa memilih yang paling sesuai untuk range usia anak kita.

Untuk buku ini...,entah mengapa pada saat pertama tahu tentang buku ini, kayaknya hati saya langsung klik aja, ingin membelinya, dan tidak sabar juga menceritakan isinya kepada anak saya. 

Buku ini sebenernya koleksi lengkapnya terdiri dari 5 jilid, nah karena jumlah nabi yang wajib kita tahu ada 25, jadi setiap jilidnya berisi 5 kisah Nabi. Ukurannya juga sebesar buku tulis standar, sehingga sangat handy, cukup masuk ke dalam tas, jika ibu ingin membawakan buku dan membacakannya saat berada di perjalanan bersama anak-anak. 

     Gambar: Kisah Nabi Yusuf a.s                                                        

Buku ini unik karena hampir 90% isinya berupa ilustrasi gambar dan minim teks, dengan begitu ibu yang akan menceritakan isinya dengan metode read Aloud, memiliki ruang yang lebar untuk mengeksplorasi dengan gaya bahasa yang paling sesuai. Kita sebagai penutur atau pendongeng bisa lebih leluasa menceritakan kisah tersebut melalui kalimat-kalimat yang kita ciptakan sendiri, yang mudah dipahami anak-anak kita. Kertas yang digunakan juga kualitasnya sangat bagus, glossy, dan gramasinya tebal, sehingga tidak mudah sobek jika balita kita kadang memainkan halamannya. 

Selain itu dengan komposisi gambar yang banyak, juga akan menstimulasi anak kita dan membuat mereka memberikan feedback lebih kepada kita. Balita kita akan tertarik membolak- balik halaman demi halaman dan mencermati gambar warna-warni pada buku tersebut dan mungkin akan melontarkan beragam pertanyaan kepada kita, misal nya "ini gambar apa bu?", "nabinya sedang apa bu?", dan seterusnya.
Alhamdulillah saat membacakan kisah Nabi dalam buku ini, anak saya ketagihan dan meminta saya mengulang-ulang ceritanya meskipun sudah selesai dibacakan 1 buku. 

  Kisah Nabi Musa 

                                        Gambar: Kisah Nabi Musa a.s

Mungkin kekurangan dari buku ini adalah kalau kita termasuk ibu yang kurang kreatif memikirkan kalimat untuk bercerita ke anak-anak, bisa jadi anak akan cenderung bingung karena mungkin pesan dari kisah tersebut kurang dapat tersampaikan. Tapi so far, saya menikmati dan pede saja untuk menceritakan isi buku ini, meskipun terkadang kalimat yang saya gunakan bisa berubah-ubah  sesuai spontanitas saya saat menceritakan isi buku keesokan harinya, tetapi yang penting inti kisah dan pesannya tersampaikan.

Dengan membacakan kisah-kisah dalam buku ini, tidak hanya anak-anak yang akan memperoleh benefitnya, tetapi sebenarnya membuat ibu belajar dan kembali mengingat lagi kisah Nabi, yang mungkin dahulu saat kecil kita pernah mendengarnya, tetapi ternyata ada juga kisah Nabi tertentu yang saya belum mengetahui secara utuh bagaimana ceritanya dan apa mukjizat yang diberikan oleh Allah swt. 

Saya berharap dengan membacakan kisah Nabi kepada anak-anak sejak usia dini, akan menumbuhkan kecintaan mereka kepada utusan Allah yang mulia tersebut, dan juga menambah kecintaan mereka kepada Allah yang Maha Besar. Ibu-ibu tersayang, jangan lelah membacakan buku untuk anak kita ya, agar anak-anak menjadi generasi yang senang belajar dan menuntut ilmu. Aamiin.

 

#reviewbukukisah25nabi #kisah25nabiuntuk anak #reviewbukuanak #rabukuIPTangsel


Friday, April 1, 2022

Natural Swimming Program

 Hola Hai,,,
Assalamu'alaikum,,

Postingan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang seri berenang yang bisa anda baca melalui tautan berikut Persiapan Sebelum Berenang

Nah, kali ini saya mau membahas tentang Natural Swimming Program. Apa sih sebenernya NSP ini?
Jadi untuk memulai berenang, kita tuh harus mengetahui dasar-dasar berenang, dan utamanya kaidah dasar bagaimana Allah sudah sedemikian canggih mendesain tubuh kita ini untuk bisa berenang. 

Mengutip apa yang di ajarkan oleh pelatih renang saya yaitu coach Anggita, latihan NSP ini dimulai dengan latihan menahan nafas kita saat berada di dalam air, dengan mengambil nafas di permukaan, kemudian memasukkan kepala kita ke dalam air sambil menahan nafas, dan mengeluarkan udara (menghembuskan nafas) melalui hidung kita (bubbling). Membiasakan melatih menahan nafas di dalam air ini adalah modal dasar untuk berenang. 
Hal lain yang diajarkan dalam NSP ini adalah mencoba mengapung atau mengambang dalam air. Jadi seberapa dalam pun kita masuk ke dalam air, Insha Allah tubuh ini akan terbawa mengambang ke atas, karena tekanan air dan tubuh kita memang di desain untuk itu, tekanan air akan selalu membawa tubuh kita naik dan mengambang ke atas, itulah mengapa sejatinya manusia tidak akan tenggelam. 
Semakin besar tekanan air, sebenarnya semakin kecil banget kemungkinan manusia tenggelam lho.. percaya ga? Bisa banget dibuktikan dengan membandingkan saat berenang di dua kolam dengan kedalaman yang berbeda. Saat berenang di kolam yang dalam, akan terasa bahwa tubuh kita ini lebih mudah untuk kembali mengambang naik ke atas dibandingkan dengan berenang di kolam yang dangkal.  
Ini sudah saya rasakan dan memang bener lho teman-teman. 
Bahkan mengapa pada penyelam atau yang olahraga diving membawa pemberat? ya karena memang aslinya manusia itu sulit tenggelam, maka dengan pemberat akan lebih memudahkan para penyelam masuk ke dalam laut. 
Subhanallah banget kan ya,,Betapa Allah tuh memang Maha Hebat dalam menciptakan sesuatu. 

Selanjutnya yang juga menjadi modal dasar berenang adalah suasana rileks. Dengan kondisi rileks maka kita dapat berenang lebih tenang, lebih lama, dan tidak mudah capek. Sedangkan orang yang berenang nya heboh, seringkali lebih mudah kelelahan saat berenang. 

Alhamdulillah selama bulan Maret ini, saya sudah belajar nyemplung, NSP, dan berlatih renang kembali. Well, sejujurnya ini kemajuan besar bagi saya yang memang selama ini belum pernah nyemplung. Seneng dan heppi banget rasanya. Benar-benar ketagihan dibuatnya. Semoga nanti setelah lebaran bisa nyemplung lagi ke kolam. Kalau tidak ingat sudah berbuntut dua dan ada yang nungguin di rumah, waah saya mungkin bisa main terus ke kolam hehe,,,

Sampai Jumpa lagi ya di postingan seri berenang selanjutnya dari saya. Semoga bermanfaat. 

#ibuprofesionaltangsel#rumbelaquaticsport2022#kolambermainrumbelaquaticsport #checkpoint2 #beachpool



Tuesday, March 8, 2022

Review Buku #Bebas Takut Hamil dan Melahirkan

    Calling all Mama, calon ibu, calon istri, bahkan yang masih gadis pun bisa ya baca buku ini,..
Pada kesempatan ini, saya akan mereview buku berjudul "Bebas Takut Hamil dan Melahirkan" yang ditulis oleh Bidan Yesie Aprilia, beliau dikenal sebagai pelopor dan pioner gentle birth di Indonesia. 
Buku ini terdiri dari 213 halaman; terbagi menjadi 2 bab yaitu Rayakan Kehamilanmu dan Melahirkan Nyaman.



    Dalam bab pertama, penulis memaparkan tentang betapa kita sebagai perempuan harus bersyukur akan karunia dari Sang Maha Pencipta atas kehamilan. Ya, betapa Allah sudah mendesain tubuh para wanita untuk dapat mengandung dan melahirkan, karena itulah para calon ibu harus mensyukurinya dengan cara-cara seperti: memberdayakan diri, merawat tubuh dan janin selama di dalam kandungan, menjaga kesehatan emosi, menghormati jiwa, belajar untuk lebih peka dan mendengarkan janin, lebih mengenali tubuh kita dalam memberikan sinyal selama masa kehamilan. Lebih lanjut, penulis juga mengajak calon ibu untuk melakukan prenatal gentle yoga sebagai salah satu bentuk syukur dan sebagai persiapan menuju kelahiran si buah hati. Sebagai penutup bab pertama, buku ini memberikan gambaran "birth plan" yang dapat kita terapkan sebelum melahirkan.

    Selanjutnya pada bab kedua, penulis mengajak kita mengetahui tentang tahapan dalam persalinan, juga bagaimana melakukan afirmasi positif saat proses melahirkan. Selain itu, kita juga bisa mengetahui informasi seputar apa saja yang seharusnya dan bisa dilakukan oleh support system kita baik itu pasangan (calon ayah) maupun keluarga yang akan mendampingi ibu selama persalinan.Tak ketinggalan juga, sebagai penutup bab kedua, penulis memberikan ilustrasi template "daily routine" selama kehamilan dan "gratitude list" sebagai sarana untuk para pembaca yang ingin berlatih mengisi template tersebut sebagai ajang menambah kesyukuran atas karunia kehamilan yang dianugerahkan oleh Allah.

Well, gimana bu ibu..? cukup padat merayap kan ya? Tapi percaya deh, membaca buku ini tuh ga akan bosan lho,.. karena bahasa nya sungguh lugas, mudah dipahami, dan menurut saya hampir setiap kalimatnya mengandung hal positif yang membuat pembaca mengangguk-angguk tanda setuju dan mengaminkan pemikiran penulisnya.

    Dua bab yang tersaji dalam buku tersebut, menurut saya isinya daging semua dan sangat powerfull dalam membawa pemikiran kita untuk mengusahakan, memberdayakan tubuh dan diri kita yang sudah dilengkapi dengan "aksesoris" terbaik dari Sang Maha Pencipta menjadi lebih siap dan lebih prima dalam mempersiapkan kelahiran si jabang bayi. Melalui buku ini juga pembaca diajak berkenalan dengan bayi sejak di dalam kandungan, hingga kita mengetahui bahwa bayi yang akan keluar dari rahim kita ini sejatinya sangat pintar karena secara alami dapat mencari jalan keluarnya sendiri dan bisa memberikan sinyal-sinyal kepada si ibu. Buku ini membawa ‘message’ besar yang meyakinkan semua wanita bahwa tubuh kita ini sangat spesial dan telah didesain sedemikian sempurnanya untuk melahirkan bayi yang juga merupakan makhluk yang pintar bahkan sejak sebelum lahir ke dunia. Pesan utama lainnya dari buku ini adalah bahwa dengan anugerah tersebut, maka para calon ibu dapat mempersiapkan diri lahir dan bathin secara optimal untuk melahirkan secara alami (terlepas melalui prosedur lahir normal maupun sesar ya) dengan  tenang, nyaman, dan minim trauma. 

Hal lain yang saya suka adalah penulis membahas detil tentang fase-fase melahirkan seperti tahapan kontraksi, lengkap dengan gambar dan tips serta apa saja yang sebaiknya dilakukan calon ibu pada tiap fase kelahiran. Gaya penuturannya pun simpel dan informatif. Buku ini juga memberikan ceklis apa saja yang perlu disiapkan saat survey tempat melahirkan lengkap dengan alternatifnya. Membaca buku ini benar-benar paket komplit deh buat para calon ibu. 

    Sejujurnya saya membaca buku ini sudah hampir telat yaitu ketika memasuki trimester ketiga kehamilan anak pertama saya. Tetapi saya rasa tetap lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali dalam kebaikan ya..Karena membaca buku yang kita yakini bermanfaat insha Allah akan  mendatangkan kebaikan dan menambah wawasan kita, jadi.. saya tetap kebut baca buku ini waktu itu. 
Dan terbukti,, saya yang tadinya tidak mengerti tentang melahirkan, yang tadinya deg-degan dan over thinking menjelang persalinan, alhamdulillah setelah membaca buku ini (walaupun marathon bacanya) jadi lebih rileks, lebih siap dalam menyambut kelahiran anak pertama. Setidaknya setelah baca buku ini, saya ga buta-buta banget soal melahirkan dan jadi bisa legowo menerima keadaan saya saat lahiran. Ketika saat itu saya mengalami ketuban pecah dini pun, alhamdulillah saya tetap tenang dan bisa mengelola "self control" dengan lebih baik.
Meskipun memang akan lebih baik jika saya bisa membacanya lebih awal, karena dalam buku ini ada juga panduan gerakan-gerakan prenatal yoga praktis yang seharusnya bisa lebih rutin saya praktekkan.
Dari buku ini pula, saya baru tahu bahwa selain berpikir positif, latihan pernafasan yang tepat adalah salah satu kunci kita dapat menghadapi persalinan dengan lebih tenang dan nyaman. 

Demikian review dari saya, semoga bermanfaat ya…😊😊

Buku ini menurut saya sangat rekomen dibaca oleh calon ibu, bahkan yang sudah punya anak pun tetap relevan baca ya, siapa tahu kan berencana mau punya anak lagi.. he he..

PS: bisa juga sih kalau mau dikadoin untuk teman atau saudara yang mau punya anak. 

Selamat membaca ya.. ! 

Salam literasi πŸ“šπŸ“–

#reviewbuku #rabuku #ibuprofesionaltangsel #rumbelliteracyiptangsel #iptangsel



Wednesday, March 2, 2022

Persiapan Sebelum Berenang

 Halo,, 

Sudahkah hari ini teman-teman berolahraga?

Waah, malah kayaknya saya yang belum berolahraga nih, huhu,, 

semenjak lahiran anak kedua, pe er besar bagi saya yang belum rampung adalah bagaimana agar konsisten berolahraga.

Padahal yaaa seperti yang kita semua tahu, bahwa olahraga itu merupakan kebutuhan yang sebenarnya termasuk semi primer juga ya di masa pandemi seperti ini.

Selain itu, olahraga juga menurut saya, merupakan hak bagi tubuh yang sudah sangat setia mensupport semua aktivitas kita. 

Jadii,,, beneran olahraga ini harus dimasukkan dalam jadwal keseharian kita ya, (baca: terkhusus untuk penulis artikel ini) hehhe

Anyway,, dalam tulisan kali ini (dan semoga bersambung ke tulisan-tulisan selanjutnya) saya ingin membahas salah satu olahraga yang selain menyehatkan juga dianjurkan oleh Rasulullah (sunnah bagi yang beragama Islam), yaitu berenang.

Jreng jreng.... ngomong ngomong soal berenang, sebenarnya saat ini saya  sedang mulai belajar nih teman-teman😁😁. Saya yakin deh teman-teman pasti banyak yang sudah mahir berenang ya..

Mengapa saya baru belajar sekarang? Tak lain dan tak bukan,, ya bisa dibilang pas emang baru sekarang ada kesempatannya. 

Singkat cerita, dulu banget saat masih kecil, saya pernah hampir tenggelam di pemandian desa tempat nenek. Setelah itu, sebenarnya engga trauma sih, tapi memang qadarullah belum ada kesempatannya hingga sekarang. 


Next, sebelum memulai berenang, saya harus cari tahu nih, apa saja yang dibutuhkan sebelum berenang?

Pertama, pastinya peralatan yang bisa mendukung berenang ya, seperti baju renang (untuk yang berhijab tentunya akan lebih baik jika memiliki baju renang muslimah), kaca mata renang yang akan melindungi mata kita saat berenang. Peralatan lainnya semisal pelampung, atau papan yang biasa dipakai sebagai alat bantu bagi pemula. Nah, kalau barang-barang lain yang seyogyanya juga di siapkan saat akan berenang yaitu handuk, baju ganti, peralatan mandi, air minum, dan jika ada jangan lupa memakai sunscreen untuk kulit kita. Sebelum berenang juga sebaiknya kita makan terlebih dahulu, tidak perlu sampai kenyang, tetapi minimal jangan sampai berenang dalam kondisi perut kosong, nanti jadi kurang enjoy.., hehe..

Kedua, persiapan yang perlu dilakukan adalah terkait kesiapan fisik kita sebelum berenang, agar tidak kaget dan sebagai ikhtiar meminimalkan risiko cedera otot.  Bagaimana sih caranya? Kita bisa melakukan pemanasan semisal stretching, berjalan mengelilingi kolam renang, dan melakukan gerakan-gerakan lain yang sekiranya bisa membuat badan kita lebih siap untuk berenang. Selanjutnya, melatih pernfasan juga merupakan hal yang penting ya teman-teman. Dengan berlatih pernafasan yang benar, maka diharapkan kita akan lebih siap dalam memperlancar gerakan renang. 

 

Nah, secara garis besar itulah hal-hal yang perlu disiapkan sebelum mulai berenang. Jika teman-teman ingin menambahkan list nya boleh banget ya tinggalkan jejak di komen. Insha Allah tulisan ini akan saya update. 

Besok juga saya akan mengikuti pembahasan hal ini melalui zoom Rumah Belajar "Aquatic Sport" dimana saya menjadi member baru di sana, Insha Allah nanti akan banyak tambahan dari coach dan para senior di sana. 

Semoga bermanfaat ya.

#ibuprofesionaltangsel #rumbelaquaticsport2022 #kolambermainrumbelaquaticsport #checkpoint1 #beachpool


Friday, February 25, 2022

Vitamin of Happiness

Setiap kita pasti ingin bahagia. Jika kita senang insha Allah segala aktivitas yang kita jalani, seberat apapun bakal terasa ringan ya, 😍

Sering kali  kita mendengar bahwa bahagia itu kita sendiri yang menciptakan. Eh gimana gimana? jadi ga boleh nih mengharapkan orang lain membahagiakan kita? 

Wait!!… ya enggak begitu juga sih ya memaknainya. Tentu saja boleh, apalagi jika sumber nya adalah keluarga, tapi upayakan agar diri kita bahagia terlebih dahulu. Alih-alih bahagia.. nanti malah jadi baper, pundung, ngamukk dengan rambut singa pula, kalau ternyata tidak sesuai ekspektasi.. 😁😁😁

Ya elah mak, berat banget bahasannya sih??!.. Tenang.. ga usah dibuat pusing, tulisan di sini mah selalu ringan dibaca kok.. 

Lanjut yuk..

Saya percaya setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menemukan bahagianya.

Manusia tuh harusnya udah bahagia dengan apa yang di karuniakan oleh Allah. Tetapi tidak ada salahnya kita mencari ‘vitamin-vitamin’ yang bisa memupuk kebahagiaan.  

Saya adalah pecinta coklat, keju, susu, sayur, buah, es krim, mie ayam, bakso, soto, hmmm apa lagi ya? 

lah kok jadi banyaak yaa?..semoga yang baca tidak menjadi lapar nih, hehehe..

Tapi dari sekian banyak makanan itu coklat  yang langsung saya cari saat tiba-tiba bad mood, sedih, dan butuh tenaga ekstra untuk beraktivitas.

coklat tuh kaya booster gitu lho bagi saya. Seketika rasa penat hilang berganti dengan jiwa yang berbunga-bunga. Coklatnya pun bisa dark chocolate ataupun segelas coklat hangat, bisa juga sekedar roti bersalut coklat.

Nah kalo vitamin lainnya yang membuat saya bahagia tuh diantaranya dengan mengaji. 

Mengaji bisa banget bikin hati rasanya langsung nyesss, adeem banget

Lebay sih ya.. tapi ya begitulah adanya.

Meskipun kadang pas bisanya baca hanya 1 halaman, rasanya hati tuh langsung legaa, siap menghadapi tantangan-tantangan berikutnya, dan happy!! Apalagi kalau bisa baca banyak halaman, jiwa rasanya lebih ternutrisi.

Kalau untuk teman-teman.. kira-kira ‘vitamin’ apa sih yang bisa memberikan kebahagiaan? 

Semoga tulisan ini membawa manfaat,  

 Don’t forget to take your daily dose ‘vitamin of happiness’  ya! 

 

Wednesday, January 19, 2022

Resume Aliran Rasa Festival Warga Kampung Main


Tahapan terakhir dari rangkaian kampung main adalah festival warga dimana seluruh cawarga ibu profesional berpartisipasi untuk membuat satu event. 

Kali ini, kami dibagi menjadi 4 grup festival warga. Tiap grup juga merupakan gabungan dari beberapa regional. Adapun saya, tergabung di dalam festival warga2.

Feswar 2 mempersembahkan event dengan tema utama pengelolaan sampah di berbagai belahan dunia. Selain itu, ada juga tema pendamping berupa pembahasan mengenai menjalankan bisnis yang ramah lingkungan.

Tak ketinggalan, feswar 2 memberikan oleh-oleh untuk seluruh peserta berupa booklet pemanfaatan barang bekas menjadi barang baru yang bermanfaat.

Masha Allah, bersyukur banget bisa tergabung dalam feswar 2. Semua peserta saling bekerjasama dengan penuh semangat dan antusias, sesuai dengan kompetensi yang dikuasai. 

Saya terkagum-kagum menyimak diskusi persiapan event tersebut. Sungguh emak-emak yang penuh talenta dan energi positif semuanya. 

Sejujurnya saya ingin berkontribusi lebih banyak, apa daya ya saya masih sibuk dengan kerjaan kantor dan at the same time mengurus 2 buah hati toddler dan baby. jadi, ya hanya bisa mengambil peran sedikit dalam pengambilan video pembuka dan penutup. Itupun rasanya sudah bahagia banget. Alhamdulillah.

Anyway..  resume ini merupakan resume terakhir di kampung main prestAsyik , dan saya rasa saya akan merindukan kegiatan-kegiatan seperti ini di masa datang. Rasanya bahagia, nagih. sebagai bentuk apresiasi, kami semua diberikan sertifikat dari masing-masing regional. Sampai bertemu kembali di kesempatan berikutnya teman-teman feswar 2 πŸ₯°



#ResumeFeswar 2

#festivalwarga

#orientasikampungkomunitas

#balaimainceria

#ibuprofesional2021

#komunitasibuprofesional

#kampungmain3

#semestakaryauntukindonesia

#salamberprestasi

#PrestAsyik 

Friday, December 3, 2021

Review Panggung Liga Regional Kampung Komunitas Ibu Profesional

        


         Setelah mengikuti tahapan sebelumnya untuk orientasi kampung main penerimaan calon warga baru Komunitas Ibu Profesional, maka pekan lalu adalah waktu dimana kami disuguhi berbagai presentasi dari regional-regional yang ada di Komunitas Ibu Profesional. Disitu kami semua dapat melihat dan menyimak presentasi dari para pengurus regional tentang event apa saja yang ada di masing-masing regional. Inilah yang saya tunggu-tunggu karena di awal saya tertarik gabung dengan Komunitas Ibu Profesional, saya memang ingin belajar dan mengaktualisasi diri lewat kegiatan-kegiatan dalam komunitas IP. Sejujurnya pula, saya menyukai semua event yang ada di setiap regional, hehhehe kok kedengerannya maruk ya,,
tapi saya benar-benar dapat merasakan antusiasme dan semangat para pengurus komunitas dalam mengerjakan event tersebut di wilayahnya masing-masing. Namun kali ini untuk tugas resume ke-4, kami di haruskan mereview 1 saja event ter favorit menurut kami sebagai cawarga komunitas IP. 
        Nah, sekarang saya akan mereview event dari regional Efrimenia. 
        Waah Efrimenia?? apa sih itu? singkatan apa yaa..?
Mendengarnya saja saya sudah tertarik dan ingin tahu lebih dalam, hehhe. Jadii ceritanya Efrimenia ini singkatan dari Eropa, Afrika, Amerika, dan Oceania. Ya, benar,, merupakan gabungan untuk para warga komunitas Ibu Profesional yang tinggal di wilayah luar Indonesia. By the way, saya juga punya alasan khusus mengapa saya menyukai Efrimenia ini, karena ya seperti yang teman-teman tahu bahwa saya pernah tinggal juga di luar negeri, sehingga saya merasa ada kesamaan frekuensi dengan warga efrimenia ini, hehhe ceilaaah,, bahasanya berat amat buk hehhehe...
Iya, karena pernah juga merasakan keriweuhan dan juga kebahagiaan pernah tinggal di negara orang, maka rasanya salut juga dengan perempuan-perempuan hebat yang tergabung dalam region tersebut untuk tetap dapat berkontribusi bagi komunitas IP.
        Lalu, ada event apa saja sih di regional Efrimenia?
Ada Rumah Belajar (Rumbel Public Speaking). Literasi, dan Rumah Bermain (Rumin) Playdate. 
Uniknya lagi, member Efrimenia ini menamakan event- eventnya dengan nama makanan khas Indonesia lho, misalnya kerupuk. Alasan nya sih katanya agar bisa mengobati rasa kangen mereka akan masakan Indonesia. Karena itu lah yang mereka kangenin hehhe.. Kondisi ini sangat mirip dengan saya  5-7 years ago sih ya,, 
Dalam hati berdoa kenceng juga nih semoga siapa tau next time bisa jd member efrimenia juga, hehehe...

        Well, sekian review saya tentang Panggung Regional. Insha Allah nanti di postingan lain saya coba ulas ya tentang event-event menarik dari regional lainnya.






#Resume4
#Panggungligaregional
#orientasikampungkomunitas
#balaimainceria
#ibuprofesional2021
#komunitasibuprofesional
#kampungmain3
#semestakaryauntukindonesia
#salamberprestasi
#PrestAsyik

Friday, October 29, 2021

Resume Gelanggang Inspirasi Dapur Komunitas dan Ketua Kampung Komunitas

     Setelah tadi menuliskan resume dari GI founder, kini saya lanjutkan meresume sedikit tentang Dapurnya Komunitas Ibu Profesional,  dan ada juga sesi zoom ngobrol-ngobrol bareng ketua Kampung Komunitas. 

    Gelanggang Inspirasi ini sebenarnya masih merupakan tahapan awal dari rangkaian acara dalam Orientasi Kampung Main Batch 3, dan di sini tempat member baru untuk ajang lebih mengenal dapurnya komunitas, tentang mencari info sebanyak-banyaknya ada kegiatan apa saja sih di dalam komunitas Ibu Profesional? 

    Mba Yesi Dwi Fitria yang lebih akrab di sapa dengan Uni Eci, adalah ketua Kampung Komunitas Ibu Profesional. Sosoknya luar biasa ya menurut saya karena mba Eci ini berlegowo untuk mengemban amanah sebagai ketua komunitas yang anggotanya sangat banyak dan berasal dari berbagai background. Tidak mudah pastinya untuk bisa menjadi leader begini, tapi mba Eci ini bisa memaknai tanggung jawab yang dia punya menjadi sumber kebahagiaan untuk dirinya. Menurut mba Eci, bahwa proses kita bertumbuh ini akan dilihat oleh Allah, perkara hasil sudah berada di luar kendali manusia. Oleh karenanya mari kita maksimalkan usaha dan proses yang bisa kita upayakan.

Nah, untuk dapur komunitas,, ada 3 bagian yang di kupas dalam Gelanggang Inspirasi kali ini, yaitu Kelas Literasi Ibu Profesional, Media Komunikasi, Manajer Operasional Kampung Komunitas

1. Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP)

Dalam kelas ini, seperti namanya ya, maka kegiatan utamanya ya memang menulis. Anggota di bebaskan mau menulis apapun, tetapi jika tidak ada ide, maka pengurus memberikan tema yang berganti-ganti setiap minggunya. Bagi saya yang memang hobi menulis, tentu saja ini sangat menarik dan membuat saya ingin mengikuti programnya. 

Selain diberikan tema, kegiatan lainnya yang ada dalam kelas literasi ini adalah Podcast Klub Buku, Teras Ibu Profesional, dan ada juga bincang-bincang dengan narasumber yang kompeten di bidang literasi. Sebenarnya inti dari kelas literasi ini membiasakan dan mengkonsistenkan kebiasaan menulis untuk kita. Banyak juga anggota KLIP yang sudah menelurkan karyanya dalam bentuk buku lho,,,

Wah tidak sabar untuk ikutan dan menjadi anggotanya. hehhee

2. Media Komunikasi (Medkom)

Media Komunikasi ini di ibaratkan seperti humas nya IP, karena mayoritas berutugas menghandle  medsos nya IP. Selain itu juga Medkom adalah tempatnya membuat konten untuk IP, baik di FB, IG, maupun Youtube. 
Urutan atau alur kerja Medkom adalah sebagai berikut:

a. Racikan Ramuan Rahasia (content creator)
b. Brief oleh content creator
c. Copywriting oleh Content Writer
d. Design oleh Graphic Designer
e. Proof Read oleh Content Writer
f. Proof Read oleh Editor
g. Sosmed Uploading

Menarik sih ya,, dan ini cocok juga untuk yang memang memiliki passion dalam bidang pembuatan konten, design baik video maupun gambar, dan juga untuk yang seneng menulis.

Rubrik yang dimiliki Medkom adalah:

  1. CATATAN IBU : Pesan dan Δ±si hatΔ± Founder IP yaitu Ibu Septi Peni Wulandani
  2. ROMAN KOMUNITAS : Curhatan Ketua Kampung yaitu Ibu Yesi Dwi Fitria
  3. RAHASIA IBU : Profil perempuan Inspiratif baik dari IP atau non IP
  4. BERITA IBU : Info event IP nasional atau komwnitas dari regional
  5. IBU BISA : Pengembangan potensi ibu, kolaborasi dengan SR.
  6. KARYA IBU : Pamer haskar rumbel regional
  7. PESONA IBU : Seputar kesehatan dan kecantΔ±kan
  8. IBU TAMASYA : Seputar wisata budaya. kuliner belanja
  9. IBU MENYAPA : Konten ringan untuk memancing interaktif
  10. LAYAR KABA : Info dan ulasan seputar Kampung Bakat
  11. KABAR KAMPUNG : Info seputar kampung komunΔ±tas
  12. RUANG KLIP/LITERASI IBU : Seputar dunia kepenulisan dan KLIP
3.  Manajer Operasional (Manop)

Terdapat beberapa area operasional dalam Komunitas Ibu Profesional yaitu 

a. Manajer Operasional Pusat yang dipegang oleh mba Evi, dimana tugasnya adalah memegang data dari seluruh anggota Kampung Komunitas. 
b. Manajer Keuangan yang di pegang oleh mba Tika dimana tugasnya adalah merapikan catatan keuangan di Kampung Komunitas
c. Manajer Program yang di pegang oleh mba Wahyu dimana tugasnya adalah membuat seluruh program dalam Kampung Komunitas seperti Kampung Bakat, super camp, event2 IP lainnya.
d. Manajer Aktivitas yang dipegang oleh mba Iyie yang tugasnya mengatur aktivitas dalam Rumba, Rumin, dan Rumbel, serta event yang ada di Kampung Komunitas. 


Nah, semakin tahu tentang dapurnya Komunitas Ibu Profesional, semakin saya jatuh cinta dan tidak sabar ingin berinteraksi di komunitas.




#Resume3 #GelanggangInspirasiDapurKomunitasdanKetuaKampungKomunitas #OrientasiKampungKomunitas #BalaiMainCeria #IbuProfesional2021 #KomunitasIbuProfesional #KampungMain3 #SemestaKaryaUntukIndonesia #SalamBerprestasi #PrestAsyik


Resume Gelanggang Inspirasi Founder Kampung Komunitas Ibu Profesional

 Selamat siaang,,

saya kembali lagi nih..kali ini tulisan saya masih tentang resume kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Ibu Profesional yang menghadirkan founder Ibu Profesional, tak lain dan tak bukan adalah ibu Septi Peni Wulandani.

Bagi yang belum pernah tahu tentang ibu Septi, berikut nih saya sertakan cv beliau yang Masha Allah, saya takjub dibuatnya,, 



Dalam gelanggang inspirasi founder ini, beliau membeberkan bahwa setidaknya ada empat hal yang harus kita perhatikan sebelum kita memutuskan untuk bergabung dengan sebuah komunitas, yaitu:

1. Sosok Founder Komunitas

Jadi, ketika akan bergabung di sebuah komunitas sebaiknya kita cari tahu terlebih dahulu siapa sih foundernya, siapa pencetusnya sehingga terlahir komunitas tersebut. Hal itu dilakukan agar kita juga bisa menilai kira-kira apakah kita akan cocok atau memiliki visi yang sama apa tidak dengan sang founder. Dengan tahu siapa foundernya, kita juga jadi ada gambaran akan dibawa ke arah mana komunitas tersebut, kemudian akan kemana arah yang akan kita tuju jika tergabung di dalamnya..Kalau misal tidak atau belum kenal dengan foundernya bisa kita coba googling, atau bahkan jika perlu kita bisa mendatangi dan berkenalan langsung dengan foundernya lho,, ehheheh tipsnya cukup unik ya tapi bagus juga sih kalau mau menerapkan.

2. Passion / Minat kita

Pada saat akan masuk komunitas, tentunya kita ingin ya bisa mengaktualisasi diri kita dan ingin bisa berinteraksi dengan terlibat dalam kegiatan yang sesuai dengan passion atau minat kita. Oleh karenanya penting juga untuk mencari tahu terlebih dahulu tentang apa saja kegiatan yang diadakan oleh komunitas itu, apakah cukup bisa mewadahi keinginan atau kehausan kita akan ilmu atau sesuatu hal, sehingga ketika berkomunitas nantinya kita bisa terus semangat dan termotivasi untuk berkembang, karena kita merasakan bahagia bisa berkecimpung dalam passion yang kita sukai. 

3. Core Values 

Kita harus mengetahui bagaimana komunitas tersebut bergerak, dan nilai-nilai apakah yang dianut oleh komunitas. Agar ketika kita sudah tergabung di dalamnya, kita merasa nyaman, cocok, dan tenang disebabkan nilai-nilai yang ada pada komunitas sejalan dengan visi misi keluarga atau hidup kita. Jika core valuesnya tidak sesuai bagi kita, maka sebaiknya tidak kita paksakan ya..

4. Code of Conduct 

Setiap organisasi seyogyanya memiliki aturan atau Code of Conduct yang diterapkan. Agar saat kita menghadapi permasalahan apapun, kita bisa menyelesaikannya dengan aturan yang ada, dan terwujud fairness antar seluruh member komunitas. Dalam aspek inipun, kita juga harus dapat menilai apakah code of conduct dalam sebuah komunitas tersebut memang sudah obyektif, sehingga kita dapat menjalankan peran kita dalam organisasi dengan benar dan terarah. 

Lebih lanjut, ibu Septi juga menjelaskan agar dapat menjadi ibu profesional yang bahagia, maka jangan pernah ragu untuk mengambil peran dan selalu menebar kebaikan kepada semua anggota komunitas. Dengan begitu, kita dapat memberikan manfaat baik untuk internal komunitas maupun bagi pihak eksternal yang mungkin berinteraksi juga dengan kita. 
Jika kita sudah memutuskan untuk tergabung dalam komunitas, maka kita harus berusaha selalu mencintainya, agar kita selalu pede dan bersemangat berkontribusi, dan karena hal tersebutlah kita akan menjadi pribadi yang selalu bertumbuh lebih baik. Insha Allah. 

Nah, bagaimana teman-teman semua.? apakah anda juga saat ini menjadi anggota sebuah komunitas atau organisasi? jika iya,, maka coba deh cek ricek ke 4 poin di atas, sudah kah ada? sudah cocok kah dengan value dalam diri atau keluarga teman-teman? 

Semoga bermanfaat ya..!


#Resume2 #GelanggangInspirasiFounder #OrientasiKampungKomunitas #BalaiMainCeria #IbuProfesional2021 #KomunitasIbuProfesional #KampungMain3 #SemestaKaryaUntukIndonesia #SalamBerprestasi #PrestAsyik

Thursday, October 14, 2021

Resume Gelanggang Inspirasi Leaders Regional Komunitas Ibu Profesional

 Assalamu'alaikum para pembaca,,

Bagaimana kabarnya? semoga anda semua selalu dalam keadaan sehat ya..

Sediki cerita nih, saya mendaftar Ibu Profesional pada 2020 lalu, dan salah satu yang saya pilih adalah penjurusan di Komunitas. 
Sebelum nyemplung beneran di kegiatan komunitas, warga baru harus ikut rangkaian acara di Kampung Main Asyik. Saya tergabung dalam Kampung Main Batch #3 di Balai Main Ceria.


    Pada kesempatan kali ini saya mau mencoba menuangkan isi kepala saya untuk menceritakan secara singkat tentang Gelanggang Inspirasi Leader Komunitas Ibu Profesional yang sudah di selenggarakan dari tanggal 4 -8 Oktober 2021 kemarin melalui zoom meeting dan kanal Youtube Komunitas Ibu Profesional.
    Sebagai working mom dengan 2 balita, terus terang saya merasa agak kesulitan untuk bisa langsung gabung di Live zoom meeting saat acara berlangsung, apalagi waktu live nya tuh yaa pas banget di jam kritis emak-emak bagian nidurin bocah, hehhehe..jadi harap dimaklumin deh kalau saya hanya bisa mengikuti gelaran Gelanggang Inspirasi tersebut hanya melalui Youtube baik live maupun menonton siaran ulangnya, tapi teteeep sih ya tidak mengurangi semangat saya dalam menyimak dan merasakan keseruan acaranya. Terima kasih untuk segenap panitia dan timAsyik yang sudah meng-organize acara hebat semacam ini.

    Gelanggang Inspirasi hari pertama memberikan gambaran kepada kami, selaku member baru, bahwa untuk bisa bahagia dalam berkomunitas, kita harus memiliki strong why sebagai dasar tujuan kita tergabung di dalam Komuitas Ibu Profesional. Para leaders menjelaskan bahwa strong why berkomunitas amatlah penting dan kita harus mencari tahu dengan menanyakan pada diri sendiri apa value yang kita anut, dan apa sih sebenarnya yang kita butuhkan? Apakah yang kita cari tersebut dapat kita temukan melalui berkomunitas? Bagi saya pribadi, menjadi ibu yang bahagia, berdaya, dapat saling berbagi dalam wawasan dan kebaikan adalah strong why saya untuk tergabung dalam komunitas Ibu Profesional ini. 

    Lalu, apakah setelah kita menemukan strong why itu akan berjalan mulus dan lancar jaya? Tentu saja tidak selalu... Lanjut ke hari kedua para leader juga membahas tentang Tantangan Berkomunitas. Sama halnya dengan berbagai sisi kehidupan kita, maka dalam berkomunitas juga ada tantangannya. Terlebih lagi karena adanya kemajemukan dan keberagaman latar belakang para member ya...Nah untuk mengatasi tantangan tersebut, leaders memberikan tips agar semua member nantinya ikut aktif saling menyapa, mengambil peran dalam kegiatan, dan terus saling berbagi dan melayani. Selain itu pada leader juga tidak henti untuk berupaya membangun bonding dengan para member agar warga semakin betah berkomunitas. 

    Bagaimana ya caranya bisa betah di komunitas? Nah, pada hari ketiga, dalam Gelanggang Inspirasi, para leader juga memaparkan cara-cara agar kami sebagai member bisa betah berada di komunitas. Melakukan komunikasi aktif antar member, aktif terlibat dalam kegiatan bersama baik offline maupun online merupakan salah satu tipsnya. Singkirkan rasa malu karena sejatinya semua member adalah satu keluarga, sehingga manfaatkan hal ini sebagai upaya kita berinteraksi, saling membantu atau juga tempat berbagi cerita. Jika ada kendala dalam beraktivitas di komunitas juga sebaiknya member sampaikan kepada leader agar bisa dibantu menemukan solusinya. 

Ngomong-ngomong nih,,ada apa saja ya di Komunitas Ibu Profesional? Di Gelanggang Inspirasi hari ke empat, kami member diperkenalkan dengan 3 jenis wadah untuk tempat bermain, beraktivitas dan berbagi. 

  1. Rumah Belajar (Rumbel): Ini merupakan wadah tempat para member bisa belajar secara terstruktur dan biasanya dilengkapi dengan kurikulum yang jelas. Misalnya rumah belajar menulis, literasi, fotografi, boga, dll. 
  2. Rumah Main (Rumin): di sini member bisa bermain apa saja secara lebih spontan dan tidak harus terstruktur.
  3. Rumah Berbagi (Rumba): Tempat berkumpul dan belajar besama dengan mengundang mentor atau nara sumber, dan dapat pula diadakan lintas regional.
Setiap member dibatasi hanya boleh mengikuti maksimal 2 rumbel saja, agar dapat maksimal beraktivitas dan dapat benar-benar tersalurkan sesuai passion utama kita. 
Seru yaa kelihatannya...!! Saya jadi tidak sabar nih mau ikut Rumbel, Rumin, dan Rumba nya,,,

    Sebagai warga baru, tentunya ada rasa sungkan dan malu untuk memulai komunikasi maupun interaksi dengan member lama. Tapi di Ibu Profesional tidak perlu khawatir karena semuanya akan diterima dengan tangan terbuka, jadi pintar-pintarnya kita saja sebagai warga baru untuk bisa berkontribusi dalam komunitas. 
"Ibu Profesional itu tidak ditunjuk, tapi maju duluan sebelum ditunjuk, karena Ibu Profesional itu senang berbagi dan melayani" kira-kira seperti itu salah satu tagline yang tersemat untuk para member Ibu Profesional. 
Di hari ke lima Gelanggang Inspirasi, dijelaskan beberapa tips untuk warga baru agar dapat berkontribusi di Komunitas, antara lain:
  1. Berkenalan
  2. Ikuti kegiatan dan berikan kontribusi
  3. Bergabung dengan Rumbel yang disukai dan sesuai passion yang dimiliki
  4. Aktif komunikasi dan bertanya di regional

Kayaknya segini dulu ya yang dapat saya sarikan dari 5 Gelanggang Inspirasi Leader di Ibu Profesional. Aslinya siih banyaaak banget yang masih ingin saya tuliskan di sini, tapi nanti aja ya disambung lagi, he he..
Intinya sih,, ketika sudah masuk dalam Komunitas Ibu Profesional, sebisa mungkin kita bisa berkreasi dan mengembangkan diri dengan baik, agar tetap menjadi ibu yang bahagia, berbagi kebaikan, bermain, dan berkarya di komunitas. 

Alhamdulillah saya bisa menyimak Gelanggang Inspirasi Leader selama 5 hari tersebut, dan lucunya nih ada foto lembar apresiasi buat warga yang mengikuti acara tersebut. 

Semoga saya bisa betah, berkontribusi dan tentunya menjadi ibu yang bahagia  di Ibu Profesional ya! Aamiin. 

Kalau teman-teman pengen tahu lebih jauh tentang Ibu Profesional, boleh banget mampir ke FB nya ya..πŸ˜‰


#Resume1 #GelanggangInspirasiLeader #OrientasiKampungKomunitas #BalaiMainCeria #IbuProfesional2021 #KomunitasIbuProfesional #KampungMain3 #SemestaKaryaUntukIndonesia #SalamBerprestasi #PrestAsyik #BalaiMainCeria



Sunday, February 19, 2017

Cara Pembuatan Visa Schengen

Sepulangnya dari jalan-jalan saya di Eropa, banyak teman bertanya kepada saya, bagaimana caranya membuat Visa Schengen? Apa kiat dan tips nya agar bisa lancar dalam membuat visa schengen? Well, kalau udah ngomongin soal Visa, anda nggak sendirian kok...saya pun selalu deg-deg an. Pasti adaaaa aja perasaan kawatir kalau syaratnya kurang lengkap lah, nggak sesuai sama aturan di embassy nya lah, sampai ke visa nya yang kemungkinan tidak ter-granted. Apapun kekhawatiran anda, yang terpenting adalah persiapan kita, banyak berdoa dan optimis saja bahwa Visa nya bakal dapet.

Menyusuri kota Berlin
source: dokumen pribadi
Nah, berhubung saya udah pernah ngadepin gimana rasanya nyiapin syarat dan mengalami proses pengajuannya, rasanya pengen banget berbagi pengalaman di sini, dan mudah-mudahan bisa jadi referensi untuk anda yang akan mengajukan permohonan Visa Schengen.
Awalnya dulu sebelum saya berangkat ikut suami ke UK, keinginan untuk membuat Visa Schengen itu udah ada (saking semangatnya tho mau ke benua biru itu), tetapi kemudian suami mengingatkan bahwa sebaiknya bikin Visanya nanti saja pas sudah sampai di Inggris dan mendekati keberangkatan ke Eropa. Yo wes, akhirnya saya memutuskan untuk mengamini perkataan suami tersebut.

Monday, August 29, 2016

Home Away from Home: Komunitas Indonesia di UK

Menetap di negeri orang, baik itu dalam jangka waktu yang lama atau sebentar, tetap saja kerinduan akan kampung halaman melanda. Homesick, itu pasti untuk para perantau. Jangankan yang di negeri orang, meninggalkan rumah untuk bersekolah ke luar kota saja seringkali membuat kita kangen dengan rumah dan keluarga, ya kan? Hehehe..
Bersyukurnya, hampir sama seperti negara-negara lain, di UK pun banyak komunitas orang Indonesia yang bisa menjadi tempat kita berkumpul, bertukar cerita, bersama berbagi nasib sebagai perantau dan setidaknya bisa mengurangi rasa kangen terhadap kampung halaman. Adanya masyarakat Indonesia di sekitar tempat tinggal kita lah yang membuat perantauan ini menjadi home away from home. Dalam tulisan kali ini kami akan membahas tentang keberadaan komunitas orang Indonesia yang ada di Inggris, khususnya kota Birmingham

Suasana Idul Fitri di Birmingham
source: koleksi pribadi

Monday, August 22, 2016

Home Away from Home: Kesehatan -bagian 2

Setelah minggu lalu kita membahas tentang pelayanan kesehatan secara umum yang ada di UK, kini saatnya melanjutkan pembahasan tentang topik yang sama tetapi lebih detil pada benefit yang diperoleh untuk anak-anak dan ibu hamil. Dua golongan ini boleh dikata mendapat perlakuan istimewa di sini, dan tentu saja kebanyakan bisa didapat secara gratis. Sehingga, meskipun nilai tukar poundsterling lebih mahal dibanding rupiah, Anda yang membawa anak-anak dan atau sedang hamil tidak perlu pusing memikirkan biaya kesehatan di sini.

source: http://social.eyeforpharma.com/column/we-are-all-patient-centric-now-arent-we

Monday, August 15, 2016

Home Away from Home: Kesehatan - bagian 1

Anda tentunya sudah paham dengan sistem pelayanan BPJS di Indonesia, kan? Bagaimana menurut anda? Pusing? Jangan pusing dulu karena kami akan menjelaskan sistem pelayanan kesehatan semacam BPJS yang berlaku di UK. Selayaknya welfare countries lainnya, banyak sekali fasilitas umum di UK yang bersifat gratis, seperti pendidikan dan kesehatan. Namun, sejak beberapa tahun lalu, ke-gratis-an di bidang kesehatan itu hanya berlaku bagi warga negara UK. Hal ini mungkin akhirnya diberlakukan sebagai akibat dari banyaknya imigran yang masuk ke UK setiap tahunnya. Apa dampaknya terhadap kita yang akan bersama keluarga menetap di UK? Kita harus membayar fee yang disebut dengan IHS (Immigration Health Surcharge) pada saat apply visa. Biaya IHS ini sebenarnya adalah biaya asuransi kesehatan. Jadi, setelah membayar IHS, seluruh fasilitas kesehatan, kecuali obat resep dokter, bersifat gratis untuk kita. Apa yang tidak gratis? Dokter gigi dan kesehatan mata. Ya, perawatan gigi di UK dianggap sebagai ‘kosmetik’ sehingga tidak bersifat gratis bagi orang dewasa. Sedangkan kesehatan mata pun dianggap sebagai sesuatu yang seharusnya dapat dipelihara sendiri oleh masing-masing orang. Jadi, kedua fasilitas ini sifatnya berbayar. Namun untuk anak-anak, fasilitas kesehatan gigi dan mata masih gratis, kok.

NHS
NHS
sorce: http://www.ibtimes.co.uk/nhs-trusts-england-hit-2-3bn-deficit-by-end-year-1544517

Monday, August 8, 2016

Home Away from Home: Pendidikan Anak (Middle School & High School)

Minggu ini, giliran pendidikan tingkat menengah yang akan kami bahas, sebagai lanjutan dari seri penjelasan pendidikan anak di Inggris. Seperti edisi sebelumnya, untuk menambah keakuratan informasi yang disajikan, selain melakukan riset sederhana, kami juga melakukan wawancara dengan seorang warga Indonesia yang tinggal di Birmingham dan memiliki putri yang bersekolah di secondary school, yaitu mbak Ari Kristiana. Secondary school ini jika di Indonesia akan setara dengan tingkat SMP dan SMA kelas 7-11, sehingga bagi anda yang memiliki putra-putri dengan rentang umur 11-16 tahun, maka anda bisa menyimak pembahasan yang akan kami paparkan berikut. Bagaimana dengan anak usia 17 tahun? Di Indonesia, anak usia 17-18 masih ada di tingkat kelas 12 SMA. Namun, Inggris memiliki sistem high school yang agak berbeda. Anak lulus SMA pada usia 16 tahun dan pada usia 17 tahun mereka dapat memilih untuk langsung bekerja, masuk ke college (dengan syarat mendapatkan sertifikat A level agar dapat mendaftar ke universitas), atau mengikuti kelas khusus untuk mendapatkan sertifikat tertentu.


Pendaftaran Sekolah
Sistem pendaftaran sekolah, secara umum memang sama saja seperti pada nursery maupun primary school, yaitu memerlukan dokumen berupa akta kelahiran dan bukti alamat tempat tinggal. Eligible atau tidaknya anak untuk masuk ke level secondary ini, tetap akan didasarkan pada sudah cukupkah usia calon murid tersebut sesuai yang disyaratkan. Selain itu, sistem rayon juga berlaku disini, dimana calon murid akan dialokasikan pada sekolah dengan jarak terdekat dari tempat tinggal.
Sama juga dengan primary school, pendaftaran bisa dilakukan online. Bagi Anda yang akan tinggal di Inggris dan Wales, website ini: https://www.gov.uk/apply-for-secondary-school-place bisa digunakan untuk menemukan cara pendaftaran secondary school di area tempat tinggal Anda.

secondary-school-in-uk
penampilan siswa high school dalam choir performance
Source: http://www.dcppr.co.uk/ballyclare-high-school-impresses-school-choir-year-finals/

Monday, August 1, 2016

Home Away from Home: Pendidikan Anak (Primary School)

Pembahasan minggu ini merupakan postingan lanjutan untuk seri pendidikan anak di Inggris yang akan lebih rinci menjelaskan tentang reception dan primary school. Untuk anda yang membawa serta anak dengan rentang usia 4-11 tahun, maka rasanya perlu untuk mencermati hal-hal terkait dengan jenjang pendidikan dasar ini. Tulisan ini, lagi-lagi, kami sampaikan dengan dasar pencarian dokumen-dokumen terkait pendidikan SD dari pemerintah UK seperti dari link berikut,
(https://www.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/210969/NC_framework_document_-_FINAL.pdf) dan dari portal milik Birmingham City Council berikut (http://www.birmingham.gov.uk/online-admissions) serta hasil wawancara kami dengan Mbak Lutvi Suroya, seorang warga Indonesia yang tinggal di Birmingham yang memiliki 3 orang anak yang bersekolah di jenjang sekolah dasar. Berikut ini penjelasan kami.


Pendahuluan
Sekolah dasar, atau primary school, dimulai dari jenjang kelas Reception hingga Year 6. Reception class mungkin semacam TK B apabila disandingkan dengan sistem pendidikan dasar di Indonesia. Kelas ini berfungsi sebagai kelas transisi antara TK (Nursery) dan SD (Year 1). Ada beberapa sekolah yang menamai fase mulai dari Reception hingga Year 2 sebagai ‘Infant School’. Setelah itu, siswa kelas 3-6 berada pada tahap ‘Junior School’. Nah, perpindahan dari Infant School ke Junior School pun membutuhkan proses ulang pendaftaran sekolah. Ya, jadi anggap saja tahap SD ini dibagi menjadi 2.

primary-school-uk
source: http://www.loughboroughecho.net/news/local-news/sports-day-fun-worthy-cause-9564526

Monday, July 18, 2016

Home Away from Home: Pendidikan Anak (Preschool)

Tahapan pertama pendidikan anak di Inggris adalah preschool atau biasa juga disebut dengan nursery. Well, sebenarnya ini bukan pendidikan atau sekolah yang official untuk anak-anak, melainkan ditujukan sebagai tempat memperkenalkan anak tentang suasana dan dunia sekolah, bagaimana bersosialisasi dengan orang lain, dan lebih mengasah kemampuan dan nilai interpersonal anak. Pendidikan dasar anak dimulai pada umur 5 tahun, tetapi orang tua dapat memutuskan untuk memasukkan anak mereka pada jenjang ini. Nah, minggu ini kami akan membahas lebih dalam tentang preschool. Informasi yang kami sajikan kali ini, merupakan gabungan dari hasil research kami dan hasil wawancara dengan Kak Sondang, seorang warga Indonesia yang tinggal di Birmingham.

Sebenarnya sebelum masuk nursery, jika anda memiliki anak dibawah umur 3 tahun, di Inggris sini ada juga lho alternatif aktivitas yang memang dirancang untuk anak-anak, biasanya disebut 'toddler time' yang biasanya digawangi oleh city council bagian children center dan diadakan di hampir semua perpustakaan. Toddler time ini umumnya hanya berlangsung selama 30 menit dan anda bisa langsung datang bersama buah hati tanpa dipungut biaya. Sebagian besar aktivitasnya adalah story telling, bernyanyi bersama dan berlatih membuat prakarya. Ada lagi yang disebut 'play and stay', dimana programnya berlangsung lebih lama dibandingkan 'toddler time', ya sekitar 2 jam, satu kali dalam seminggu. Biasanya stay and play ini diadakan oleh yayasan atau local club dan kegiatannya juga dilengkapi dengan makan bersama, membuat craft sederhana dan ada iuran sekitar GBP 1-2 saja setiap kedatangan. Oh iya, di 'stay and play' ini orang tua harus ikut datang dan menunggui anak-anak hingga selesai.
suasana preschool di Inggris
source: http://www.birminghammail.co.uk/news/midlands-news/revealed-17-birmingham-nurseries-given-10929822

Monday, July 4, 2016

Home Away from Home: Pendidikan Anak - Introduction

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan saat memutuskan untuk ikut dengan pasangan yang melanjutkan studi di UK adalah mengenai pendidikan anak. Ya, bagi keluarga-keluarga yang sudah memiliki anak, aspek ini sangat krusial. Bagaimana tidak? Menyekolahkan anak di Indonesia saja, meskipun sudah banyak juga sekolah yang gratis, cukup menguras kantong. Lalu, apa jadinya saat pindah ke negara yang kurs mata uangnya berkali-kali lipat dibandingkan di Indonesia (well, alhamdulillah yaa berkah Brexit ada juga, terutama karena melemahnya Poundsterling terhadap Rupiah sehingga Anda bisa cukup lega menukar uang). Pada beberapa sesi ke depan, kami akan membahas mengenai pendidikan anak di Inggris. Catat, Inggris ya, bukan UK. Lah, apa bedanya?

Bagi masyarakat awam, terutama orang Indonesia, Inggris dan UK tampak tidak ada bedanya. Pokoknya, negeri nun jauh disana yang ada Big Ben-nya dan dikepalai oleh ratu. Hayah… overall boleh lah memakai deskripsi seperti itu. Namun, England (Inggris) dan UK (agak sulit ya menemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia) itu berbeda. Beda juga dengan istilah Great Britain atau Britania Raya. Sebagai sedikit gambaran, UK adalah United Kingdom yang terdiri dari 4 negara berbeda, yaitu England (Inggris), Wales, Scotland (Skotlandia), dan Northern Ireland (Irlandia Utara - ini beda dengan Irlandia). Sedangkan Britania Raya adalah negara-negara yang terletak di satu pulau utama UK, yaitu Inggris, Wales, dan Skotlandia. Pusing? Ya, untuk saat ini terima saja lah ya, penjelasan itu. Kami juga agak-agak blur tentang riwayat pembagian nama tersebut. Intinya, di dalam UK ada 4 negara terpisah yang memiliki sistem pelayanan pendidikan masing-masing. Dampaknya, pengalaman bersekolah (pendidikan dasar, menengah, dan tinggi) di negara berbeda di UK juga berbeda, dengan aturan yang berbeda, kurikulum yang berbeda, dan sistem yang berbeda.

british-children-education
suasana ruang kelas di salah satu primary school
source: www.telegraph.co.uk

Wednesday, June 29, 2016

Puasa Ramadhan di UK

Bulan Ramadhan tahun 2016 ini adalah kali pertamanya saya berpuasa di negerinya Ratu Elizabeth, dan kebetulan jatuhnya pas summer di sini. Tetiba saya ingin sekali menulis tentang pengalaman saya ini, tentang bagaimana rasanya, apa suka dukanya, dan bagaimana saya deal with the condition saat menjalani ramadhan di sini. Hm.. berbeda dengan di Indonesia, sudah pasti! Apa yang membedakan? Saya coba cerita sedikit yaa..


Waktu Ibadah
Kalau di Indonesia kita mempunyai waktu siang dan malam yang panjangnya hampir sama, tentu tidak dengan di UK ini. Posisi geografisnya aja udah beda, ya tentunya ada perbedaan day and night. Puasa ramadhan di UK bisa terjadi saat summer atau winter. Well, karena saya dapetnya paass banget saat musim panas, jadi waktu siangnya lebih lama dibanding waktu malamnya, which means juga waktu untuk tidak makan dan minum literally longer than waktu boleh makan dan minumnya. Hehe..
Bayangin aja ya (tapi jangan terlalu dihayati,haha) waktu imsya disini adalah jam 02.30 dini hari kemudian baru masuk waktu maghrib jam 21.30 malam. Ha?? Jam segitu baru maghrib? Seriously? Haha iya lho,, dan jam segitu itu belum gelap sama sekali. Ya baru mulai sunset aja lah, jadi masih terang juga maghribnya, tapi memang setelah maghrib itu disini cepeeet banget gelapnya. Jadi, total waktu puasa disini ya kisaran 19 jam ya. Belum berhenti sampai di situ, waktu Isya’ nya juga jadi pendek, karena hanya mulai dari jam 23.30 sampai jam 01.00 saja. Jadi memang beneran Isya dan sholat tarawihnya juga harus on time.